sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Baru dipasang, plakat simbol demokrasi Thailand dicabut

Plakat simbol demokrasi Thailand dipasang pada Minggu kemarin.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 21 Sep 2020 14:03 WIB
Baru dipasang, plakat simbol demokrasi Thailand dicabut
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 389.712
Dirawat 62.649
Meninggal 13.299
Sembuh 313.764

Sebuah plakat penghormatan perjuangan demokrasi di Thailand telah dicabut kurang dari 24 jam setelah dipasang oleh pengunjuk rasa anti-pemerintah di lapangan kerajaan bersejarah di Bangkok.

Plakat itu dipasang Minggu (20/9) di Sanam Luang, lapangan tempat puluhan ribu orang berkumpul dengan damai selama akhir pekan menyerukan pemilihan baru dan reformasi monarki.

Pada Senin (21/9) pagi, wartawan melihat semen yang mengeras menggantikan posisi plakat. Sejauh ini tidak ada pihak yang bertanggung jawab atas pencabutan plakat itu.

Direktur pekerjaan umum untuk pemerintah kota Bangkok, Taiwuth Kankaew, mengatakan dirinya tidak tahu siapa yang memindahkan simbol demokrasi itu.

Plakat di Sanam Luang merupakan pengganti simbolis untuk plakat yang secara misterius dicabut dari trotoar dan diambil tiga tahun lalu. Plakat yang hilang itu, terletak di alun-alun di bagian lain dari pusat lama Bangkok untuk menghormati revolusi 1932, sebagai simbol perubahan kekuatan militer dari monarki absolut ke monarki konstitusional.

Plakat kuningan bulat baru dipasang pada Minggu (20/9) oleh aktivis yang mengebor lubang di trotoar Sanam Luang sembari mengadakan upacara keagamaan singkat.

Salah satu mahasiswa Parit "Pengui" Chirawak yang turut memasang plakat baru tidak mempersoalkan pencopotan plakat itu.

“Yang penting plakat ini, pesannya sudah terpasang di hati masyarakat,” kata Parit pada Senin (21/9). 

Sponsored

Diketahui, dalam demonstrasi akhir pekan itu, para pengunjuk rasa menuntut pembatasan kekuasaan raja, menetapkan kontrol yang lebih ketat atas keuangan istana, dan memungkinkan diskusi terbuka tentang monarki yang dianggap sakral di Thailand.

Berita Lainnya