logo alinea.id logo alinea.id

Belanda klaim gagalkan serangan siber Rusia

Para tersangka diidentifikasi oleh pejabat Belanda memiliki paspor diplomatik. Mereka terdiri dari dua ahli IT dan dua agen pendukung.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 04 Okt 2018 21:15 WIB
Belanda klaim gagalkan serangan siber Rusia

Layanan keamanan Belanda mengatakan mereka mengusir empat warga Rusia atas sebuah rencana serangan siber yang menargetkan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW). Operasi yang diduga dijalankan oleh Direktorat Intelijen Utama Rusia atau GRU ini berlangsung di Den Haag pada April lalu.

OPCW sendiri tengah menyelidiki serangan kimia terhadap mantan mata-mata Rusia di Inggris Sergei Skripal dan putrinya Yulia serta dugaan serangan kimia pada April lalu di kota Douma, Suriah.

Belanda telah memanggil duta besar Rusia untuk meminta penjelasan terkait isu ini.

"Dengan mengungkapkan aksi Rusia, kami mengirimkan pesan yang jelas: Rusia harus menghentikan ini," kata Menteri Pertahanan Belanda Ank Bijleveld-Schouten.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan, pihaknya sedang mendiskusikan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia dan sekutu-sekutunya.

Sebelumnya, pemerintah Inggris menuduh GRU berada di balik empat serangan maya profil tinggi yang targetnya termasuk perusahaan di Rusia dan Ukraina, Partai Demokrat Amerika Serikat, dan sebuah jaringan TV kecil di Inggris.

Rusia menyebut tuduhan itu begitu kejam.

Empat tersangka diidentifikasi oleh pejabat Belanda memiliki paspor diplomatik. Mereka terdiri dari dua ahli IT dan dua agen pendukung.

Sponsored

Mayor Jenderal Onno Eichelsheim dari dinas intelijen Belanda MIVD mengatakan, para tersangka menyewa mobil dan memarkirkannya di tempat parkir Marriot hotel di Den Haag, yang berada di sebelah kantor OPCW. Tujuan mereka adalah meretas jaringan Wi-Fi OPCW.

Keempatnya akan segera dikawal ke luar negeri, kata Mayor Jenderal Eichelsheim.

MIVD menyebutkan bahwa dua peretas dalam aksi ini adalah Alexei Morenetz dan Yevgeny Serebriakov. Sementara itu, agen pendukungnya adalah Oleg Sotnikov dan Alexei Minin.

Duta besar Inggris untuk Belanda, Peter Wilson, menerangkan bahwa para peretas itu berencana untuk melakukan perjalanan ke laboratorium bersertifikat OPCW di Spiez dekat Berne, Swiss, di mana agen saraf Novichok yang digunakan dalam serangan Maret terhadap Sergei Skripal dan putrinya di kota Salisbury Inggris diidentifikasi. (BBC)