sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden hubungi Putin bahas perjanjian kontrol senjata

Biden peringatkan Putin bahwa AS akan tetap mendukung Ukraina.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 27 Jan 2021 16:00 WIB
Biden hubungi Putin bahas perjanjian kontrol senjata

Amerika Serikat dan Rusia pada Selasa (26/1) telah sepakat untuk memperpanjang perjanjian kontrol senjata berupa pembatasan hulu ledak nuklir kedua negara. Perjanjian tersebut disetujui saat Presiden AS Joe Biden menghubungi Vladimir Putin.

Pada saat yang sama, Biden mengambil posisi tegas pada tindakan Rusia yang sebagian besar diabaikan oleh Donald Trump, yakni kekhawatiran tentang peracunan dan penangkapan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny.

Selain itu, Biden memperingatkan Putin bahwa AS akan tetap mendukung Ukraina untuk melawan agresi Rusia. Juga soal dugaan campur tangan Moskow dalam Pilpres AS tahun lalu, serta serangan dunia maya terhadap badan-badan pemerintah AS pada 2020.

Biden menyinggung mengenai laporan intelijen AS yang menyatakan bahwa Rusia telah menawarkan hadiah kepada Taliban dan kelompok ekstremis lainnya di Afghanistan atas pembunuhan tentara AS.

"Presiden Biden menjelaskan bahwa AS akan bertindak tegas dalam membela kepentingan nasionalnya dalam menanggapi tindakan Rusia yang merugikan kita atau sekutu kita," jelas pernyataan resmi Gedung Putih.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Biden juga menyatakan menentang atas pipa gas alam Nord Stream, menyebutnya sebagai kesepakatan buruk bagi Eropa.

Pemerintahan Biden berusaha untuk mengambil posisi yang lebih tegas terkait pelanggaran Rusia terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional, sambil berusaha membuat kemajuan dalam pengendalian senjata dengan Moskow.

Kedua pemimpin secara resmi memperpanjang perjanjian New START 2010 selama lima tahun, dan memastikan kelangsungan perjanjian kontrol senjata setelah era Trump. Perpanjangan itu disetujui hanya 10 hari sebelum New START akan kedaluwarsa.

Sponsored

Di bawah New START, masing-masing negara dibatasi untuk memiliki hanya 1.550 hulu ledak strategis, memberlakukan batasan pada sistem pengiriman, serta menegakkan langkah-langkah verifikasi dan transparansi.

Menurut Gedung Putih, Biden dan Putin juga membahas pembentukan kembali "dialog stabilitas strategis" reguler antara para pejabat senior. Sementara itu, pernyataan resmi Kremlin menuturkan bahwa Presiden Putin menyatakan kepuasan atas perpanjangan New START.

"Dalam beberapa hari mendatang, kedua pihak akan menyelesaikan semua prosedur yang diperlukan untuk memastikan bahwa mekanisme hukum internasional yang penting ini untuk pembatasan bersama fungsi persenjataan rudal nuklir di masa depan," jelas pernyataan Kremlin.

Sisebutkan pula bahwa kedua pemimpin turut membahas Open Skies, perjanjian kontrol senjata lain yang memungkinkan transparansi melalui pengawasan udara bersama. Sebelumnya, Trump telah secara sepihak menarik AS keluar dari perjanjian tersebut. 

Biden dan Putin juga membahas kesepakatan nuklir 2015 (JCPOA) dengan Iran, yang juga ditinggalkan Trump. Biden mengatakan bersedia untuk bergabung kembali, termasuk membicarakan tentang konflik di Ukraina antara pemerintah di sana dan separatis yang didukung Rusia.

Perubahan arah kebijakan luar negeri AS diperkirakan akan dipercepat setelah senat mengkonfirmasi penunjukan Antony Blinken sebagai menteri luar negeri pada Selasa. (The Guardian)

Berita Lainnya