sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden jatuhkan sanksi baru bagi Rusia

Sanksi itu disebut AS sebagai pembalasan atas campur tangan Rusia dalam pemilu dan kampanye spionase dunia maya.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 16 Apr 2021 15:18 WIB
Biden jatuhkan sanksi baru bagi Rusia

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengusir 10 diplomat Rusia serta menjatuhkan sanksi baru terhadap pejabat dan perusahaan mereka.

Langkah tersebut diambil sebagai pembalasan atas apa yang AS sebut sebagai campur tangan Moskow dalam pemilu dan kampanye spionase dunia maya.

Sanksi tersebut, yang merupakan tindakan hukuman terbesar pemerintahan Biden terhadap Kremlin. Sanksi AS juga menargetkan enam perusahaan keamanan siber Rusia yang dianggap terlibat dalam peretasan SolarWinds, serta 32 individu dan entitas yang dinlia terlibat dalam upaya untuk memengaruhi hasil pilpres AS 2020.

Selain itu, pemerintahan Biden melarang lembaga keuangan AS membeli obligasi rubel (satuan mata uang Rusia, Belarus, dan Tajikistan) yang baru diterbitkan oleh bank sentral Rusia atau lembaga keuangan besar lainnya.

Dalam pernyataan resmi pada Kamis (15/4) malam, Biden menekankan bahwa sanksi baru tersebut diterapkan setelah melewati banyak pertimbangan.

Biden berharap bahwa dirinya dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan dapat menstabilkan hubungan bilateral kedua negara. Namun, pada saat yang sama dia memperingatkan terhadap langkah militer Rusia di Ukraina.

"Saya menjelaskan kepada Presiden Putin bahwa kami bisa melangkah lebih jauh, tetapi saya memilih untuk tidak melakukannya. Saya memilih untuk mengambil tindakan yang proporsional. AS tidak ingin memulai siklus eskalasi dan konflik dengan Rusia," kata Biden dalam sambutannya yang disiarkan televisi dari Gedung Putih.

Dia mengonfirmasi bahwa dia telah menawarkan Putin untuk bertatap muka dalam pertemuan puncak di Eropa musim panas ini.

Sponsored

"Sepanjang sejarah panjang persaingan kami, kedua negara mampu menemukan cara untuk mengelola ketegangan dan mencegahnya agar tidak meningkat di luar kendali," ungkap Biden. "Saya mengungkapkan keyakinan saya bahwa komunikasi antara kami berdua secara pribadi sangat penting untuk bergerak maju ke hubungan yang lebih efektif."

Lebih lanjut, Presiden Biden menyatakan, dia juga menegaskan dukungan AS untuk integritas teritorial Ukraina. 

"Sekarang adalah waktunya untuk menurunkan ketegangan," sebutnya. "Satu-satunya jalan untuk bergerak maju adalah melalui dialog yang bijaksana dan proses diplomatik."

Laporan yang diterbitkan oleh Washington membahas detail terperinci yang mengungkap metode spionase Rusia. 

Untuk pertama kalinya, AS mengidentifikasi SVR, badan intelijen asing Rusia, sebagai agen mata-mata yang melakukan peretasan rantai pasokan perangkat lunak SolarWinds, yang menembus jaringan pemerintah federal dan membahayakan lebih dari 16.000 sistem komputer

Senada dengan AS, agen mata-mata Inggris GCHQ pada Kamis juga mengaitkan peretasan SolarWinds dengan SVR, serta menuduh badan tersebut menargetkan lembaga diplomatik dan militer di negara-negara NATO sejak 2011 dan lembaga penelitian sejak 2015.

"Kami melihat apa yang dilakukan Rusia untuk merusak demokrasi kami," kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa mereka telah memanggil Duta Besar Rusia di London untuk mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terhadap apa yang disebut mereka sebagai pola aktivitas merugikan Moskow.

Pejabat Rusia bereaksi dengan marah terhadap sanksi baru tersebut. Beberapa mengatakan, hal itu akan menghilangkan kemungkinan pertemuan puncak antara Biden dan Putin. 

Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Duta Besar AS untuk membahas langkah tersebut dan menyebut sanksi itu sebagai perilaku agresif.

Juru bicara Kremlin Dmitri Peskov menyatakan, Rusia akan membalas sanksi baru tersebut. 

"Prinsip timbal balik berlaku untuk memastikan kepentingan kita sendiri," tegas dia.

Sebelumnya, pemerintahan Biden mengumumkan sanksi bulan lalu atas peracunan dan pemenjaraan politikus oposisi, Alexei Navalny. Sanksi tersebut termasuk pembatasan visa, pembatasan ekspor barang-barang yang dapat digunakan untuk membuat senjata kimia dan biologi, dan tindakan yang ditargetkan terhadap tujuh anggota senior pemerintah Rusia.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya