sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden serang Trump soal orang tua 545 anak migran yang terpisah dan belum ditemukan

Selama debat, Biden mempertanyakan kebijakan imigrasi yang dilakukan Donald Trump.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Jumat, 23 Okt 2020 13:45 WIB
Biden serang Trump soal orang tua 545 anak migran yang terpisah dan belum ditemukan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden mengecam kebijakan imigrasi yang dilakukan Donald Trump dalam debat terakhir yang digelar di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10) malam atau Jumat (23/10) waktu Indonesia. Menurut Biden, kebijakan administrasi yang dijalankan kandidat calon presiden incumbent itu mengakibatkan lebih dari 500 keluarga terpisah di perbatasan AS-Meksiko. 

Departemen Keamanan Dalam Negeri mengungkapkan pada awal pekan ini, sebagai bagian dari perintah terkait gugatan yang diajukan oleh American Civil Liberties Union (ACLU), bahwa mereka telah kehilangan jejak keluarga dari 545 anak yang terpisah di perbatasan AS-Meksiko.

Dikutip The Hill, selama debat Biden mempertanyakan kepada Presiden Trump, yang awalnya mengklaim anak-anak itu dibawa ke negara itu oleh penyelundup manusia.

"Apa yang terjadi? Anak-anak direnggut dan dipisahkan dari orang tuanya. Sekarang lebih dari 500 pasang orang tua tidak dapat ditemukan dan anak-anak itu sendirian. Tidak ada tempat untuk pergi. Itu kriminal," kata Biden dengan berapi-api.

Pengacara ACLU Lee Gelernt pada Rabu (21/10) menjelaskan melalui telepon dengan Kongres Kaukus Hispanik, orang tua dari 545 anak yang terpisah belum ditemukan. Dari 545 tersebut, kata Gelernt, pemerintah belum memperhitungkan 362 anak. Sementara 183 kasus lainnya, ACLU dan pemerintah sudah dapat mengidentifikasi anak tersebut, tetapi belum menemukan orang tuanya.

Setelah mendapatkan serangan dari Biden, Trump berkelit. Dia justru menyebut kalau pemisahan orang tua dan anak-anak merupakan kebijakan era Presiden Barack Obama. Suami Melanie itu juga membantah telah membangun kandang untuk menahan anak-anak migran.  

"Siapa yang membuat sangkar itu, Joe? Siapa yang membuat sangkar itu, Joe," tutur Trump berulang kali.

Pemerintahan Obama, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden, memang menggunakan fasilitas yang dikenal sebagai "hielera" - yang berarti kotak pendingin alias julukan untuk sel tahanan bagi migran di perbatasan. Namun saat itu, realisasinya tidak mengikuti kebijakan pemisahan keluarga sebagai pencegahan, seperti yang dilakukan oleh Trump.

Sponsored

Kebijakan itu diberlakukan di bawah kepemimpinan Trump yang dilaporkan atas perintah Jaksa Agung Jeff Sessions.

Menurut Biden, kebijakan pemisahan orang tua dan anaknya itu membuat Amerika menjadi bahan tertawaan. 

Menjawab hal itu, Trump membela kebijakan tersebut serta menggembar-gemborkan kondisi di pusat penahanan imigrasi. "Mereka dirawat dengan sangat baik, berada di fasilitas yang sangat bersih. Tapi tanyakan satu pertanyaan saja, siapa yang membuat kandang?" ucap Trump kepada moderator debat Kristen Welker.
 

Berita Lainnya