sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden : Media sosial membunuh orang dengan misinformasi vaksin

"Satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah mereka yang tidak mau divaksinasi," kata Biden.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 17 Jul 2021 13:45 WIB
Biden : Media sosial membunuh orang dengan misinformasi vaksin

Presiden Joe Biden menyoroti propaganda dan hasutan yang marak di media sosial yang mendiskreditkan program vaksin. Menurutnya perusahaan media sosial bertanggung jawab atas kekacauan informasi itu.

Segala informasi yang menyerang program vaksinasi untuk melawan pandemi Covid-19 sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya dibangun dan disebarkan melalui media sosial. Perusahaan-perusahaan itu, menurut Biden telah gagal mengawasi platform mereka dari konten misinformasi terkait vaksin.

Komentar Biden muncul sehari setelah Ahli Bedah Umum AS Vivek Murthy menyatakan informasi yang salah tentang vaksin merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat. Seruan dan promosi yang dilakukan pejabat AS bahwa kematian dan penyakit serius akibat virus hampir seluruhnya dapat dicegah karena vaksin, menjadi terhalang prasangka buruk warga yang terpengaruh oleh misinformasi tentang vaksin.

Biden, ditanya apakah dia memiliki pesan untuk platform seperti Facebook di mana informasi palsu atau menyesatkan tentang vaksin virus corona telah menyebar, Ia mengatakan kepada wartawan: "Mereka membunuh orang."

"Satu-satunya pandemi yang kita miliki adalah mereka yang tidak mau divaksinasi," katanya lagi.

Kemarin, Murthy mengatakan kesalahan informasi tentang Covid-19,  dianggap sebagai "infodemik" oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Dan itu sangat mematikan.

"Informasi yang salah merupakan ancaman yang akan segera terjadi dan berbahaya bagi kesehatan bangsa kita," kata Murthy dalam sambutannya kemarin di Gedung Putih.

"Kita harus menghadapi informasi yang salah sebagai sebuah bangsa. Kehidupan bergantung padanya."

Sponsored

Mengingat peran yang dimainkan internet dalam menyebarkan informasi yang salah tentang kesehatan, Murthy mengatakan bahwa perusahaan teknologi dan platform media sosial harus membuat perubahan yang berarti pada produk dan perangkat lunak mereka untuk mengurangi penyebaran informasi palsu sambil meningkatkan akses ke sumber-sumber otoritatif dan berbasis fakta.(Sumber: Tvnz)

Berita Lainnya

2 varian Xiaomi Mi MIX 4 muncul di TENAA

Kamis, 29 Jul 2021 15:17 WIB

ICW: Tuntutan 11 Tahun Juliari Sangat Rendah

Kamis, 29 Jul 2021 18:48 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB