sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden sambut 50 juta vaksinasi Covid-19 di AS

Biden menggunakan pencapaian itu sebagai tolok ukur terkait janjinya untuk memberikan 100 juta vaksinasi dalam 100 hari pertamanya menjabat.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 26 Feb 2021 14:52 WIB
Biden sambut 50 juta vaksinasi Covid-19 di AS
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Kamis (25/2) memperingati 50 juta dosis vaksin Covid-19 yang diberikan sejak dia menjabat. Dia menggunakan pencapaian tersebut sebagai tolok ukur bagi janjinya untuk memberikan 100 juta vaksinasi dalam 100 hari pertamanya menjabat. 

Namun, dia juga memperingatkan bahwa masih ada jalan panjang sebelum kehidupan kembali normal di AS.

"Semakin banyak orang yang divaksinasi, semakin cepat kita akan mengalahkan pandemik ini," kata Biden. "Kita bergerak ke arah yang benar, meskipun kekacauan yang kami warisi dari pemerintahan sebelumnya yan tidak memiliki rencana nyata untuk memvaksinasi seluruh warga AS," tambah dia.

Negeri Paman Sam telah memberikan total sekitar 66,5 juta dosis vaksin, menurut data yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Rabu (24/2).

Biden didampingi oleh Wakil Presiden Kamala Harris, koordinator satuan tugas Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients, dan petugas kesehatan Elizabeth Galloway, pada Kamis.

Presiden Biden mengatakan, hampir 50% warga AS di atas usia 65 tahun dan 75% dari penerima perawatan jangka panjang telah menerima setidaknya satu dosis suntikan vaksin.

Namun, dia mengingatkan bahwa kini bukan waktu untuk bersantai, mengingat munculnya varian baru Covid-19.

"Ini bukan kemenangan pasti. Jalan kita masih panjang. Dan hari ketika semuanya kembali normal tergantung pada kita semua," ungkap Biden.

Sponsored

Sejauh ini, lebih dari 500.000 warga AS telah meninggal akibat pandemik Covid-19.

Presiden Biden juga menggunakan kesempatan tersebut untuk menyoroti data yang menjanjikan seputar kemanjuran vaksin Covid-19 dosis tunggal dari Johnson & Johnson.

"Sekarang, biar saya perjelas, kami akan melakukan ini dengan cara yang benar," katanya. "FDA akan memutuskan otorisasi penggunaan darurat dari vaksin berdasarkan sains, bukan karena tekanan politik dari saya atau siapa pun, tidak ada faktor luar," terang dia.

Sumber : CNN

Berita Lainnya