sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden umumkan stimulus US$1,8 triliun bagi anak dan keluarga

Biden mengatakan, Demokrat dan Republik tak bisa sibuk bersaing satu sama lain di rumah sehingga mereka lupa bersaing dengan seluruh dunia.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 29 Apr 2021 17:16 WIB
Biden umumkan stimulus US$1,8 triliun bagi anak dan keluarga

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengusulkan perluasan bantuan pemerintah nasional bagi anak-anak dan keluarga di AS pada Rabu (28/4) dalam pidato pertamanya pada sesi gabungan kongres.

Biden mengatakan, Demokrat dan Republik tidak bisa sibuk bersaing satu sama lain di rumah sehingga mereka lupa bersaing dengan seluruh dunia.

"Untuk memenangkan persaingan itu di masa depan, menurut saya, kita juga perlu melakukan investasi luar biasa terhadap keluarga dan anak-anak kita," katanya.

Proposal US$1,8 triliun menampilkan dua tahun pendidikan prataman kanak-kanak yang dibayar pemerintah untuk anak-anak negara dan dua tahun perguruan tinggi gratis untuk dewasa muda. 

Selain itu, rancangan Biden juga menargetkan US$225 miliar bagi bantuan perawatan anak untuk keluarga AS dan pembayaran bulanan setidaknya US$250 bagi orang tua.

"Ini adalah salah satu nilai investasi tertinggi yang bisa kita buat sebagai bangsa," tambah Biden.

Apakah rencana pengeluaran Biden memiliki peluang untuk diberlakukan masih menjadi pertanyaan terbuka di Washington.

Biden, seorang Demokrat yang menjabat pada 20 Januari, mendapatkan persetujuan untuk paket bantuan Covid-19 senilai US$1,9 triliun tanpa dukungan satu suara pun dari oposisi anggota parlemen Republik, bergantung sepenuhnya pada mayoritas Demokrat di kedua kamar kongres.

Sponsored

Partai Republik menyerang infrastruktur dan rencana pengeluarannya karena dinilai terlalu mahal. Para Republikan juga menyerang rencana Biden untuk menaikkan pajak pada perusahaan dan orang kaya di AS.

Di bawah proposal Biden, mereka yang berpenghasilan lebih dari US$400.000 per tahun harus membayar pajak pendapatan federal yang lebih tinggi dan mereka yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta per tahun akan membayar pajak yang jauh lebih tinggi atas keuntungan mereka ketika mereka menjual investasi saham.

Pemimpin minoritas Senat Republik, Mitch McConnell, pada Selasa (27/4) mengkritik tiga bulan lebih kepresidenan Biden.

"Presiden Biden mencalonkan diri sebagai seorang moderat, tetapi saya sulit sekali memikirkan apa pun yang telah dia lakukan sejauh ini yang akan menunjukkan tingkat moderasi," ujar McConnell.

Pidato presiden yang disiarkan televisi secara nasional disaksikan secara langsung oleh sekitar 200 anggota parlemen yang mengenakan masker dan mempraktikkan jarak sosial.

Biasanya, kerumunan untuk pidato semacam itu akan berjumlah 1.600 orang tetapi kini dibatasi dengan tajam akibat ancaman Covid-19 yang sedang berlangsung.

"Malam ini, saya datang untuk berbicara tentang krisis dan peluang. Tentang membangun kembali bangsa kita, merevitalisasi demokrasi kita, dan memenangkan masa depan AS," tutur Biden.

Dia menyinggung tantangan pada awal pemerintahannya, termasuk pandemik Covid-19 dan krisis ekonomi terkait, serta serangan terhadap gedung Capitol AS sesaat sebelum pelantikannya pada Januari.

"Sekarang, hanya dalam 100 hari, saya bisa melaporkan kepada bangsa bahwa AS sudah bergerak lagi," kata Biden.

Dia menyoroti kemajuan dalam vaksinasi Covid-19 dan mendesak orang untuk terus melakukan apa yang diperlukan untuk melawan virus yang telah menewaskan lebih dari 574.000 orang di Negeri Paman Sam dan menginfeksi 32 juta lainnya.

"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengalahkan virus ini," katanya. "Kita tidak bisa lengah," papar dia.

Biden mendesak orang untuk mendapatkan vaksinasi, mengingat mereka yang berusia 16 tahun ke atas sekarang memenuhi syarat.

"Malam ini, saya dapat menyampaikan kemajuan kita dalam 100 hari terakhir ini adalah melawan salah satu pandemik terburuk dalam sejarah. Ini adalah salah satu pencapaian logistik terbesar yang pernah dilihat negara kita," katanya.

Biden menyoroti pandemik saat dia membahas perlunya bekerja sama dengan negara lain untuk mengatasi tantangan yang dihadapi seluruh dunia. Dia mengatakan, tidak ada satu negara pun yang secara sendiri dapat menangani terorisme, proliferasi nuklir, migrasi massal, keamanan siber, atau perubahan iklim.

Setelah empat tahun kebijakan luar negeri di bawah mantan Presiden Donald Trump yang memprioritaskan kepentingan AS, Biden mengatakan AS akan menjadi pemimpin dan berjalan bersama para sekutunya. 

Biden mengatakan dalam diskusinya dengan Presiden China Xi Jinping bahwa meskipun dia menyambut persaingan ekonomi antara dua ekonomi terbesar dunia, AS tidak mencari konflik dengan China.

Sumber : Voice of America

Berita Lainnya