sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden umumkan stimulus US$1,9 triliun untuk atasi Covid-19

Sekitar US$400 miliar akan langsung digunakan untuk memerangi pandemik, sementara sisanya difokuskan pada bantuan ekonomi.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 15 Jan 2021 13:36 WIB
Biden umumkan stimulus US$1,9 triliun untuk atasi Covid-19

Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden, mengumumkan paket bantuan Covid-19 senilai US$1,9 triliun pada Kamis (14/1), untuk mengakhiri krisis penderitaan yang mendalam, dengan mempercepat vaksin dan menyediakan bantuan keuangan kepada mereka yang berjuang akibat dampak ekonomi dari pandemik yang berkepanjangan.

Disebut sebagai "America Rescue Plan", proposal legislatif tersebut akan memenuhi tujuan Biden untuk memberikan 100 juta vaksin Covid-19 pada hari ke-100 pemerintahannya.

Selain itu, rencana Biden juga akan merealisasikan keinginannya untuk membuka kembali sebagian besar sekolah pada musim semi. Di sisi lain, rencana itu juga memberikan paket bantuan lain untuk menstabilkan ekonomi sementara upaya kesehatan masyarakat berusaha memerangi pandemik.

"Kami tidak hanya memiliki kewajiban ekonomi untuk bertindak sekarang, saya yakin kami memiliki kewajiban moral juga," kata Biden dalam pidato yang ditujukan bagi seluruh negeri.

Pada saat yang sama, dia mengakui bahwa rencananya tidak murah.

Biden mengusulkan stimulus sebesar US$1.400 untuk sebagian besar warga AS, yang tidak termasuk dengan US$600 yang disediakan dalam kebijakan Covid-19 terbaru akan membuat totalnya menjadi US$2.000. Proposal Biden juga akan memperpanjang peningkatan sementara dalam tunjangan pengangguran dan moratorium penggusuran dan penyitaan hingga September 2021.

Selain itu, proposal Biden juga menyiratkan tujuan kebijakan Demokrat jangka panjang seperti meningkatkan upah minimum menjadi US$15 per jam, memperluas cuti berbayar untuk pekerja, serta meningkatkan kredit pajak untuk keluarga dengan anak-anak. Poin terakhir akan memudahkan perempuan untuk kembali bekerja, yang dinilai akan berkontribusi banyak dalam pemulihan ekonomi.

Prospek politik untuk undang-undang tersebut masih belum jelas. Dalam pernyataan bersama, Ketua DPR Nancy Pelosi dan pemimpin senat dari Partai Demokrat, Chuck Schumer, memuji Biden karena memasukkan prioritas liberal, dengan mengatakan mereka akan bergerak cepat untuk mengesahkannya setelah Biden resmi menjabat pada Rabu (20/1).

Sponsored

Namun, Demokrat memiliki margin sempit di kedua kamar kongres. Anggota parlemen dari Partai Republik diperkirakan akan mendorong kembali masalah yang berkisar dari peningkatan upah minimum hingga menyediakan lebih banyak uang untuk negara bagian, sambil menuntut dimasukkannya prioritas mereka, seperti perlindungan kewajiban untuk bisnis.

"Ingatlah bahwa kebijakan bantuan bipartisan senilai US$900 miliar terkait Covid-19 menjadi UU hanya 18 hari yang lalu," tulis Senator John Cornyn, seorang Republikan dari Texas.

Namun, Biden mengatakan itu hanya uang muka dan dia menjanjikan lebih banyak UU bulan depan, yang berfokus pada pembangunan kembali ekonomi.

"Krisis penderitaan manusia yang mendalam sudah di depan mata, tidak ada waktu untuk disia-siakan," tutur Biden. "Kami harus bertindak dan kami akan bertindak sekarang."

Biden menjelaskan, kebijakannya terkait bantuan Covid-19 akan dibayar dengan uang pinjaman, menambah triliunan hutang yang telah dikeluarkan pemerintah AS untuk menghadapi pandemik.

Sejumlah ajudannya mengatakan bahwa Biden menilai, pengeluaran tambahan dan pinjaman diperlukan untuk mencegah ekonomi terperosok ke lubang yang lebih dalam.

Biden telah lama berpendapat bahwa pemulihan ekonomi berkaitan erat dengan pengendalian Covid-19.

Sejauh ini, lebih dari 385.000 orang telah meninggal karena Covid 19 di AS. Dan angka pemerintah pada Kamis melaporkan lonjakan klaim pengangguran mingguan, menjadi 965.000, sebuah tanda bahwa meningkatnya infeksi memaksa bisnis untuk memangkas dan memberhentikan pekerja.

Di bawah strategi Biden, sekitar US$400 miliar akan langsung digunakan untuk memerangi pandemik, sementara sisanya difokuskan pada bantuan ekonomi dan bantuan bagi negara bagian.

Sekitar US$20 miliar akan dialokasikan untuk fokus yang lebih disiplin pada vaksinasi, angka yang berada di atas sekitar US$8 miliar yang telah disetujui oleh kongres sebelumnya.

Biden telah menyerukan untuk mendirikan pusat vaksinasi massal dan mengirim unit mobil ke daerah yang sulit dijangkau.

Dengan dukungan kongres, pakar kesehatan nasional, dan pemerintah, pemerintahan Donald Trump meluncurkan dua kampanye vaksinasi yang efekti. Namun, sebulan setelah suntikan pertama diberikan, kampanye vaksinasi nasional berjalan lambat dengan sekitar 11 juta orang mendapatkan suntikan pertama dari dua dosis yang perlu diberikan.

Biden menyebut peluncuran vaksinasi sejauh ini gagal total dan mengatakan bahwa dia akan memberikan rincian lebih lanjut tentang kampanye vaksinasi pada Jumat (15/1). 
 

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya