logo alinea.id logo alinea.id

BJ Habibie meninggal, Malaysia hingga Inggris ucap dukacita

BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Rabu (11/9) pukul 18.03 WIB.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 11 Sep 2019 19:50 WIB
BJ Habibie meninggal, Malaysia hingga Inggris ucap dukacita

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie meninggal pada Rabu (11/9) pukul 18.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, dalam usia 83 tahun. Saat wafat, Habibie ditemani oleh keluarga, termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

"Bismillahirrahmanirrahim ... Kami dengan sangat berat menyampaikan bahwa ayah saya, Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ketiga RI, telah meninggal dunia pada pukul 18.03 WIB," demikian pernyataan putra kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie di RSPAD Gatot Soebroto.

Thareq menjelaskan bahwa sang ayah meninggal karena faktor usia dan gagal jantung.

"Tim dokter sudah melakukan yang terbaik ... Mohon doanya," tutur Thareq.

Pemerintah sudah menetapkan hari berkabung nasional hingga 14 September. Habibie akan dimakamkan besok di TMP Kalibata, tepat di samping makam istrinya, Ainun Habibie, yang meninggal pada 22 Mei 2010.

Ucapan dukacita mengalir dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan misi diplomatik asing.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyampaikan belasungkawa mendalamnya kepada bangsa Indonesia atas berpulangnya Habibie.

"Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga dan bangsa Indonesia atas kematian Presiden ketiga Indonesia. Seorang negarawan dan seorang teman bagi Inggris," twit Dubes Jenkins.

Sponsored

Sebelumnya, Kedutaan Besar Inggris di Indonesia telah menyampaikan pernyataan senada.

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengucap dukacita sedalam-dalamnya atas kepergian Habibie.

Ungkapan belasungkawa juga datang dari Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus A. Kristensen menyampaikan pikiran dan doa untuk pihak keluarga atas meninggalnya Habibie.

Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Dia menjabat sebagai presiden pada Mei 1998-Oktober 1999, menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Sebelumnya, Habibie merupakan Wakil Presiden RI ketujuh, menggantikan Try Sutrisno.