logo alinea.id logo alinea.id

BJ Habibie wafat, Menlu RI: Kita kehilangan seorang negarawan

Di mata Menlu Retno, mendiang BJ Habibie adalah seseorang yang sangat cerdas, optimistis dan selalu mencoba menebarkan energi positif.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 11 Sep 2019 21:41 WIB
BJ Habibie wafat, Menlu RI: Kita kehilangan seorang negarawan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya BJ Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia itu mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (11/9) pukul 18.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Habibie menjalani perawatan intensif sejak 1 September. Saat wafat, pria berusia 83 tahun itu ditemani oleh keluarga, termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

"Hari ini Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik, seorang negarawan dan bapak bangsa dengan berpulangnya Pak Habibie," tutur Menlu Retno usai ajang Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) di Hotel Bidakara, Jakarta.

Menlu Retno mengatakan Habibie merupakan seseorang yang sangat cerdas, senantiasa optimistis dan selalu mencoba menebarkan energi positif.

"Atas nama keluarga saya secara pribadi dan keluarga besar Kementerian Luar Negeri RI, saya menyampaikan dukacita yang sangat amat mendalam atas meninggalnya Pak Habibie," kata dia.

Menlu Retno menyatakan bahwa sejak lama, dirinya sudah mengenal keluarga Habibie sehingga kerap berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan almarhum.

"Setiap kali bertemu beliau, saya sebagai orang yang lebih muda menjadi lebih bersemangat karena beliau selalu menceritakan semua pengalamannya melalui sudut pandang yang begitu positif dan optimis," ungkapnya.

Menlu Retno menjelaskan bahwa interaksinya dengan Habibie paling sering terjadi ketika dia masih menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda. Habibie, jelasnya, kerap singgah ke Belanda dalam perjalanan menuju Jerman.

Sponsored

"Kemudian setelah saya diberi tanggung jawab sebagai Menlu RI, saya beberapa kali sowan ke rumah beliau untuk berbicara banyak mengenai banyak hal, termasuk di antaranya isu politik luar negeri," jelas Retno.

Usai acara HWPA di Hotel Bidakara, Menlu Retno segera bertolak ke kediaman Habibie untuk melayat.

Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional hingga 14 September. Habibie akan dimakamkan di TMPN Kalibata pada Kamis (12/9), tepat di samping makam istrinya, Ainun Habibie, yang meninggal pada 22 Mei 2010.