logo alinea.id logo alinea.id

Bollywood berperan dalam upaya PM Modi untuk terpilih kembali?

Pemilu India yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia akan dimulai pada Kamis (11/4). Penghitungan suara akan dimulai pada 19 Mei.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 10 Apr 2019 17:39 WIB
Bollywood berperan dalam upaya PM Modi untuk terpilih kembali?

Awal tahun ini, belasan nama besar Bollywood terbang ke New Delhi untuk hadir dalam sebuah audiensi dengan Perdana Menteri Narendra Modi.

Aktor Ranveer Singh yang memiliki 22 juta pengikut di Instagram kemudian mengunggah kebersamaannya dengan PM Modi. Dia menulis, "Senang bertemu dengan yang mulia perdana menteri."

Bollywood dinilai memainkan peran utama dalam kampanye Modi untuk mengejar masa jabatan kedua, mendukungnya di layar dan di luar layar, baik dengan cara yang halus maupun terang-terangan. Fenomena ini dinilai menandai hubungan yang lebih transaksional yang sebelumnya dimiliki oleh bintang film India dengan para politikus.

"Modi meminta para pembuat dan bintang film untuk berbicara tentang patriotisme, budaya, serta nilai-nilai India dalam film mereka," kata produser film Mahaveer Jain, yang mengorganisir pertemuan pada 10 Januari itu. "Dia mengakui kekuatan lunak Bollywood serta dampaknya."

Ketika orang-orang yang lebih muda dari usia 35 tahun membentuk hampir dua pertiga dari 1,3 miliar populasi India, dengan lebih dari 15 juta memilih untuk pertama kalinya dalam pemilihan umum yang dimulai pada Kamis (11/4), maka dukungan dari bintang-bintang Bollywood bisa menjadi kunci.

Modi meraih kemenangan pada 2014, tetapi kali ini, tekanan dari pedesaan dan kekhawatiran tentang kurang lapangan pekerjaan mengancam kesempatan partainya untuk menang dalam pemilihan yang berlangsung lebih dari sebulan. Penghitungan suara akan berlangsung apda 23 Mei.

Sponsored

Dalam beberapa bulan terakhir, PM Modi telah empat kali menggelar pertemuan pribadi dengan beberapa nama besar Bollywood, yang sebagian besar mengunggah swafoto mereka dengannya disertai keterangan yang berbunga-bunga.

"Bersama-sama kami ingin menginspirasi dan memicu perubahan positif ke arah India yang transformatif," tulis Karan Johan, sutradara, produser, yang juga seorang pembaca acara televisi di Instagram saat menggunggah dirinya dan teman-temannya.

Tidak lupa, Karan berterima kasih karena memangkas pajak tiket film.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Powerful and timely conversations can bring about change and this was one of what we hope will become a regular conversation. Meeting the Honorable Prime Minister @narendramodi today was an incredible opportunity. As a community, there is a huge interest to contribute to nation building. There is so much that we want to do. And can do and this dialogue was towards how and what ways we can do that. When the youngest country (in demography) joins hands with the largest movie industry in the world, we hope to be a force to reckon with. Together we would love to inspire and ignite positive changes to a transformative India. The film industry would also like to send a huge thanks for the GST reduction in movie ticket prices that was implemented recently! Thank you so much for your time, Sir!

A post shared by Karan Johar (@karanjohar) on

"Mungkin tidak ada politikus dalam sejarah politik India yang mampu membuat program penjangkauan selebritas seperti yang dilakukan Narendra Modi," kata Joyojeet Pal, seorang profesor di University of Michigan yang telah menganalisis umpan media sosial Modi sejak 2009.

Di luar kampanye di media sosial, dalam tahun ini, Bollywood telah merilis sejumlah film yang menyorot sang PM.

Film pertama, "Uri – The Surgical Strike" dirilis pada Januari 2019, sukses menghasilkan bruto lebih dari US$35 juta di box office India.

Dalam pidatonya, Modi dan para menterinya telah berulang kali memuji film tersebut, yang secara tidak langsung memuliakan sosoknya karena merencanakan serangan pada 2016, yang menurut India mengenai kamp-kamp teroris di Kashmir yang dikelola Pakistan.

Sutradara film itu, Aditya Dhar, mengatakan, "Film saya adalah dedikasi kepada Angkatan Darat India. Ini tentang pengorbanan yang mereka lakukan untuk bangsanya."

Sebuah biopik berjudul "PM Narendra Modi" akan rilis pada Kamis, ketika pemungutan suara dimulai dan itu akan disusul dengan serial 10 episode tentang kehidupan Modi.

Ikhtiar Oposisi

Tidak seluruh industri film India mendukung Modi. Pekan lalu, lebih dari 800 seniman teater, aktor, dan pembuat film mendesak para pemilih untuk tidak mendukung Modi. 

Kebanyakan dari mereka adalah pembuat film independen dan dokumenter yang kurang terjangkau oleh Bollywood.

"Pria yang digambarkan sebagai penyelamat bangsa lima tahun lalu telah menghancurkan mata pencaharian jutaan orang melalui kebijakannya," kata mereka dalam situs Artists Unite. "Kami menyerukan kepada sesama warga negara kami untuk memilih cinta dan kasih sayang, kesetaraan dan keadilan sosial, serta mengalahkan kekuatan kegelapan dan kebiadaban."

Oposisi utama, Partai Kongres, juga berusaha merayu Bollywood. Para pembuat film dilaporkan diundang untuk bertemu dengan Rahul Gandhi.

Agenda pertemuan itu tidak diketahui dan pihak Gandhi tidak memberi komentar.

"My Name is RaGa", sebuah film yang kurang dipublikasikan tentang Gandhi, juga akan dirilis dalam bulan ini.

Meski sejumlah bintang Bollywood terjun ke dunia politik, belum ada partai politik yang menempatkan mereka sebagai brand ambassador sebelumnya.

"Ini mengkhawatirkan karena sinema India sangat berpengaruh," kata Sandeep Chatterjee, seorang profesor di Film and Television Institute of India. "Orang dapat mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk memutuskan apa yang mereka tonton, tetapi Anda tidak dapat mengabaikan pengaruh sinema India terhadap banyak orang, terutama anak muda." 

Sumber : Reuters