sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Brasil, Argentina, dan Prancis jadi target ancaman Trump

AS mengancam akan kembali mengenakan tarif impor logam dan aluminium pada Brasil dan Argentina.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 03 Des 2019 13:54 WIB
Brasil, Argentina, dan Prancis jadi target ancaman Trump

Donald Trump memantik perang dagang dengan tiga negara sekaligus. Pada Senin (2/12), dia mengumumkan akan kembali mengenakan tarif impor pada industri logam dan aluminium Brasil dan Argentina sembari mengancam hukuman yang lebih keras terhadap puluhan produk Prancis.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa langkah tersebut diperlukan karena mitra dagang AS bertindak tidak adil. 

Dalam twitnya, Trump menuturkan bahwa dia memerintahkan tarif baru untuk baja dan aluminium dari Brasil dan Argentina untuk melawan apa yang disebutnya pelemahan mata uang yang sengaja dilakukan kedua negara yang merugikan petani AS.

Bagi Trump, petani adalah basis dukungan yang penting dalam pilpres mendatang dan mereka mengalami masa sulit dalam setahun terakhir menyusul rusaknya daya saing produk pertanian AS yang diakibatkan perang dagang dengan China. Sementara, rekan-rekan mereka di Brasil dan Argetina menikmati ekspor ke Tiongkok.

Beberapa jam kemudian, kepala negosiator perdagangan AS Robert E. Lighthizer merilis hasil penyelidikan lima bulan yang menyimpulkan bahwa pajak layanan digital Prancis membahayakan perusahaan-perusahaan teknologi AS. Washington mengancam akan menampar tarif hingga 100% atas impor champagne, tas, keju, dan sejumlah produk lainnya dari Prancis.

"Pajak Prancis yang mendiskriminasi perusahaan AS tidak konsisten dengan prinsip-prinsip kebijakan perpajakan internasional yang berlaku, dan sangat memberatkan perusahaan AS yang terkena dampak," kata Lighthizer.

Anggota parlemen Prancis menyebut pajak itu "Les GAFA", singkatan dari Google, Amazon, Facebook dan Apple, perusahaan yang dituduh pejabat Prancis membayar pajak yang tidak mencukupi atas pendapat yang mereka peroleh di negara itu.

Sponsored

AS khawatir bahwa pajak yang diterapkan Prancis dapat menjadi preseden bagi negara lain. Lighthizer menuturkan, tidak menutup kemungkinan dia akan membuka investigasi terhadap pajak serupa di Austria, Italia dan Turki.

William Reinsch, mantan pejabat di Kementerian Perdagangan AS yang kini bergabung di Center for Strategic and International Studies mengatakan, "Intinya adalah memulai negosiasi. Karena menjatuhkan penalti tidak akan menyelesaikan masalah."

Kelompok industri menyambut rekomendasi tersebut, dengan beberapa seperti Dewan Industri Teknologi Informasi menyerukan agar kedua negara menyusun resolusi kebijakan pajak abadi di Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan.

"Hari ini Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) melindungi internet, yang merupakan ekspor besar AS," ungkap sebuah pernyataan dari Asosiasi Internet, sebuah kelompok industri.

Tindakan Trump terhadap Brasil dan Argentina mengejutkan para pejabat di kedua negara. Biasanya, AS memberi peringatan kepada sejumlah perusahaan tentang perubahan tarif, menunda tanggal efektifnya untuk memungkinkan barang di perjalanan tiba di pelabuhan AS tanpa dikenakan tarif. Tetapi dalam twitnya, Trump mengatakan bahwa tarif akan segera efektif.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menegaskan dia akan menjalin pembicaraan dengan Trump.

"Ekonomi mereka tidak sebanding dengan ekonomi kami, mereka berkali-kali lebih besar. Saya tidak melihat ini sebagai pembalasan," kata Bolsonaro dalam wawancaranya dengan Radio Itatiaia. "Saya akan meneleponnya supaya dia tidak mengenakan tarif kepada kita. Ekonomi kita pada dasarnya berbasis komoditas."

Senada dengan Bolsonaro, Menteri Produksi Argentina Dante Sica menyatakan juga akan berbicara kepada rekan-rekannya di AS.

Bagaimanapun, pemerintahan Trump sendiri disebut tidak siap merinci keputusan sang presiden.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan kepada Fox Business, "Teman-teman kita sekali pun harus hidup dengan aturan. Sekutu terbaik kita harus hidup sesuai aturan. Yang dikhawatirkan presiden adalah memburuknya mata uang Brasil. Itu adalah faktor yang adil untuk menjadi pertimbangan. Itu adalah faktor yang nyata. Semakin rendah mata uang mereka, semakin murah produk yang masuk. Dia (Trump) merasa harus melakukan sesuatu. Mereka bukan satu-satunya yang memiliki persoalan dengan mata uangnya."

Tidak jelas aturan apa yang menurut Trump telah dilanggar Brasil atau Argentina. Ekonomi Brasil satu tahun terakhir nyaris tidak tumbuh, hanya bergerak 0,2%. Bank sentral Brasil telah memangkas suku bunga tiga kali sejak Agustus dalam upaya mempercepat pertumbuhan. Akibatnya, mata uang Brasil telah jatuh sekitar 8% tahun ini terhadap dolar.

Menurut Kementerian Perdagangan AS, Negeri Paman Sam adalah pelanggan baja terbesar Brasil dan Brasil sendiri merupakan eksportir baja ke-10 terbesar di dunia. Baja menyumbang 3,7% dari total barang yang diekspor Brasil pada 2018. 

Argentina, sementara itu, terperosok dalam krisis keuangan yang membuat ekonominya melambat dibanding empat tahun lalu dan mengakibatkan mereka meminta bantuan IMF.

Sementara investor kabur, mata uang Argentina kehilangan 37% nilainya. Bank sentral Argentina telah menaikkan suku bunga utamanya menjadi 63% dalam upaya untuk menghentikan penurunan. (Reuters, BBC, dan Washington Post)

Berita Lainnya