sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Brasil tangguhkan uji coba vaksin Covid-19 buatan China

Brasil menangguhkan uji coba vaksin Covid-19 buatan China.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Selasa, 10 Nov 2020 11:48 WIB
Brasil tangguhkan uji coba vaksin Covid-19 buatan China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 511.836
Dirawat 64.878
Meninggal 16.225
Sembuh 429.807

Regulator Kesehatan Brasil Anvisa, menghentikan uji klinis vaksin virus corona CoronaVac, dengan alasan kejadian yang merugikan dan serius. Demikian menurut pernyataan yang diunggah di situsnya Senin (9/11) malam.

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China Sinovac dan di Brasil sebagian besar akan diproduksi oleh Butantan Institute yang dikelola negara bagian Sao Paulo. 

Dalam sebuah pernyataan, Butantan mengatakan bahwa mereka terkejut dengan keputusan Anvisa dan akan mengadakan konferensi pers pada Selasa (10/11).

Suntikan CoronaVac telah memicu kontroversi di Brasil, di mana Presiden Jair Bolsonaro meragukan efektivitas prospektifnya. Dia memicu kebingungan bulan lalu ketika dia secara terbuka menolaknya, dan mengatakan orang Brasil tidak akan digunakan sebagai kelinci percobaan. Deklarasi tersebut menyusul berita bahwa menteri kesehatannya, Eduardo Pazuello, telah setuju untuk membeli dosis CoronaVac yang diproduksi secara lokal oleh Butantan.

Bolsonaro sering menyatakan ketidakpercayaannya terhadap China, terutama pada jalur kampanye pada 2018, meskipun ia agak melunakkan retorikanya saat menjabat.

Gubernur negara bagian Sao Paulo João Doria telah menjadi saingan politik dan kritikus vokal terhadap tanggapan pandemi presiden.

Anvisa mengatakan dalam pernyataannya bahwa peristiwa yang mendorong penangguhan uji coba terjadi pada 29 Oktober, tanpa mengatakan apa yang terjadi.

“Dengan terhentinya penelitian, tidak ada sukarelawan baru yang dapat divaksinasi,” kata pernyataan tersebut.

Sponsored

Penghentian sementara pengujian obat dan vaksin relatif umum. Dalam penelitian yang melibatkan ribuan partisipan, beberapa kemungkinan akan jatuh sakit. Memungkinkan peneliti untuk menyelidiki apakah penyakit itu adalah efek samping atau kebetulan. Bulan lalu, dua pembuat obat melanjutkan pengujian vaksin virus corona prospektif mereka di AS setelah dihentikan sebelumnya.

CoronaVac sedang diuji di tujuh negara bagian Brasil, ditambah distrik federal tempat ibu kota Brasil, Brasilia, berada.

Menyusul kericuhan bulan lalu seputar suntikan CoronaVac, Anvisa mengizinkan impor dari China sebanyak 6 juta dosis. Namun, vaksin tidak dapat diberikan kepada warga Brasil karena belum disetujui secara lokal, kata badan tersebut pada saat itu.

Senin pagi, sekretaris kesehatan negara bagian Sao Paulo, Jean Gorinchteyn, mengatakan 120.000 suntikan pertama CoronaVac akan tiba di bandara internasional Sao Paulo pada 20 November.

“Kami akan terus mengikuti protokol kesehatan untuk memberikan suntikan. Mereka hanya akan dibawa ke publik setelah otorisasi akhir dari regulator kesehatan Brasil,” kata Gorinchteyn.

Sekretaris itu menambahkan bahwa hampir semua relawan yang diberi dua dosis vaksin menghasilkan antibodi yang dianggap dapat melindungi orang dari virus.

Sao Paulo juga mengimpor bahan mentah untuk produksi 40 juta suntikan CoronaVac, yang akan mulai pada 27 November.

 

Sumber: ABC News

Berita Lainnya