sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buntut demo rusuh, Twitter blokir akun Trump

Twitter ancam blokir permanen akun Trump, Facebook dan YouTube hapus video.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 07 Jan 2021 13:52 WIB
Buntut demo rusuh, Twitter blokir akun Trump

Twitter telah mengunci sementara atau menangguhkan aktivitas akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah dia melayangkan twit untuk para pendukungnya yang menyerbu gedung Capitol, Washington DC, Rabu (6/1).

Dalam serangkaian twitnya, Trump menyatakan mengasihi para pengunjuk rasa sebelum menyuruh mereka bubar. Dia juga mengulangi klaim palsu tentang kecurangan dalam Pilpres 2020.

Pihak Twitter mengatakan, Trump perlu menghapus twit tersebut karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat terhadap kebijakan Civic Integrity mereka. Bahkan, perusahaan itu mengancam akan tetap memblokir akun Trump untuk selamanya jika twit itu tidak dihapus.

"Pelanggaran Peraturan Twitter di masa mendatang ... akan mengakibatkan penangguhan permanen akun @realDonaldTrump," bunyi pernyataan pihak Twitter.

Hal ini berarti, hari-hari Trump di Twitter ke depan kemungkinan besar akan berakhir segera. Trump selama ini dikenal tidak terlalu memperhatikan pedoman komunitas Twitter.

Sementara itu, Facebook dan YouTube juga menghapus pesan video Trump yang ditujukan kepada para pengunjuk rasa.

"Kami menghapusnya karena kami yakin hal itu berkontribusi mengurangi risiko kekerasan yang sedang berlangsung," jelas Facebook dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, pihak Facebook menyatakan bahwa protes penuh kekerasan di Capitol hari ini adalah aib.

Sponsored

"Kami melarang hasutan dan seruan untuk melakukan kekerasan di platform kami. Kami secara aktif meninjau dan menghapus konten apa pun yang melanggar aturan ini," jelas mereka.

Sebelumnya, massa pro-Trump menyerbu Capitol dan bentrok dengan polisi. Kerusuhan berujung pada penangguhan sidang kongres yang akan mengesahkan presiden terpilih AS, Joe Biden. 

Sebelum kekerasan terjadi, Presiden Trump menyampaikan pidato kepada para pendukungnya di National Mall, Washington. Saat itu, Trump kembali mengulangi klaimnya bahwa pilpres berjalan penuh kecurangan. Beberapa jam kemudian, ketika kekerasan meningkat di dalam dan di luar Capitol, Trump merilis pesan video dan mengulangi klaim palsu tersebut.

Seiring muncul video pidato Trump tersebut, YouTube mengatakan bakal menghapusnya karena melanggar kebijakan menyebarkan penipuan terkait pemilu. Disusul Twitter, meski awalnya tidak menghapus video tersebut dan hanya menonaktifkan pilihan untuk me-retweet, menyukai, dan mengomentari twit tersebut. Namun, Twitter kemudian menghapusnya dan menangguhkan akun Presiden Trump. (BBC)

Berita Lainnya