sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Buntut serangan ke Kataib Hizbullah, Kedubes AS di Irak didemo

Irak disebut berisiko terseret lebih jauh ke dalam konflik proksi antara AS dan Iran.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 31 Des 2019 18:34 WIB
Buntut serangan ke Kataib Hizbullah, Kedubes AS di Irak didemo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Ribuan pemrotes berkumpul di luar gerbang utama Kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad pada Selasa (31/12), untuk mengecam serangan udara yang menargetkan sejumlah kamp kelompok militan yang didukung Iran di Irak.

Pasukan AS melancarkan serangan udara pada Minggu terhadap kelompok militan Kataib Hizbullah sebagai respons atas pembunuhan seorang kontraktor sipil AS dalam serangan roket di pangkalan militer Irak. 

Serangan itu berisiko menarik Irak lebih jauh ke dalam konflik proksi antara Amerika Serikat dan Iran. Padahal Irak sendiri tengah diguncang protes antipemerintah.

Sejumlah pemrotes melempar batu ke pintu gerbang kompleks Kedubes AS, sementara beberapa lainnya meneriakkan, "No, no, America! ... No, no, Trump!". Ada pun pasukan khusus Irak berjaga di sekitar gerbang utama untuk mencegah mereka memasuki kedutaan.

Qais al-Khazali, pemimpin militan Asaib Ahl al-Haq yang juga didukung Iran, dan banyak pemimpin senior kelompok militan lainnya termasuk mereka yang bergabung dengan para demonstran.

Beberapa waktu terakhir, rakyat Irak turun ke jalan-jalan hampir setiap hari untuk mengutuk sejumlah hal, termasuk kelompok militan Kataib Hizbullah dan pelindung mereka yang mendukung pemerintah Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi.

PM Abdul Mahdi sendiri mengutuk serangan AS ke kamp militan yang menewaskan 25 anggota Kataib Hizbullah dan melukai 55 orang lainnya.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuturkan bahwa serangan yang dilakukannya mengirim pesan bahwa AS tidak akan menoleransi tindakan oleh Iran yang membahayakan kehidupan warga AS.

Sponsored


Sumber : Reuters

Berita Lainnya