Dunia / Jepang

Calon mertua terlilit utang, pernikahan putri Jepang ditunda

Putri Mako dan Kei Komuro bertemu saat keduanya menempuh pendidikan di International Christian University, Tokyo.

Calon mertua terlilit utang, pernikahan putri Jepang ditunda Putri Mako / Wikimedia

Pernikahan seorang putri Jepang dengan rakyat jelata terpaksa ditunda. Orang tua Putri Mako dilaporkan memberi tahu calon besannya bahwa mereka tidak akan mengizinkan pernikahan berlangsung sampai pertikaian berlatar keuangan yang menyeret ibu Kei Komuro selesai.

Pangeran Akishino dan Putri Kiko juga telah meminta Kei Komuro, calon menantu mereka, untuk membuat "rencana hidup", termasuk rincian tentang kariernya di masa depan, ungkap Kyodo News dalam laporan mereka pada Kamis (9/8).

Putri Mako yang berusia 26 tahun merupakan cucu tertua Kaisar Akihito, dia mengejutkan publik setelah pada September lalu mengumumkan pertunangannya dengan Komuro yang berprofesi sebagai paralegal di sebuah firma hukum di Tokyo. Keduanya bertemu saat menempuh pendidikan di International Christian University di Mitaka, Tokyo.

Pasangan Putri Mako dan Kei mengumumkan bahwa mereka telah mendapat restu Kaisar Akihito dan akan menikah pada November 2018. Namun, pada Februari, Agen Rumah Tangga Kekaisaran mengumumkan bahwa pasangan tersebut menunda pernikahan dengan alasan "kurangnya waktu untuk persiapan" hari bahagia mereka.

Dalam sebuah pernyataan, Putri Mako menjelaskan, "Kami menyadari bahwa waktunya tidak memadai untuk membuat persiapan yang cukup untuk berbagai acara menjelang pernikahan kami musim gugur ini dan kehidupan kami setelahnya."

"Kami meyakini bahwa kami tergesa-gesa dalam berbagai hal," imbuhnya.

Segera setelah pengumuman tersebut, media Jepang melaporkan bahwa alasan sebenarnya atas penundaan tersebut adalah perselisihan keuangan antara ibu Kei dan mantan pasangannya. Laporan tersebut menyebutkan bahwa ibu Kei meminjam biaya untuk pendidikan putranya dari mantan tunangannya dan pinjaman tersebut belum dikembalikan. Demikian seperti dikutip dari The Telegraph, Jumat (10/8).

Ibu Kei telah beberapa kali bertemu dengan orang tua Putri Mako. Kepada ibu Kei, Pangeran Akishino dikabarkan mengatakan bahwa pernikahan dan kehidupan putrinya dengan suaminya kelak dapat dipengaruhi oleh utang tersebut.

Kyodo memuat dalam laporannya bahwa ibu Kei mengatakan, dia tidak menganggap pinjaman tersebut sebagai utang. Dia juga mengklaim bahwa tengah berdiskusi dengan mantan kekasihnya untuk menyelesaikan persoalan itu.

Kei diberi pengawalan polisi saat dia meninggalkan Tokyo pada Selasa (7/8) untuk memulai kursus hukum selama tiga tahun di Fordham University, New York. Kei akan mengambil ujian advokat sebelum kembali ke Tokyo untuk mengejar kariernya.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pasangan Mako dan Kei berencana untuk tetap berhubungan dekat selama pria itu berada di New York. Mereka pun disebut-sebut akan melanjutkan rencana untuk berumah tangga.


Berita Terkait