logo alinea.id logo alinea.id

Capres petahana Ukraina debat dengan podium kosong

Ini merupakan debat pilpres Ukraina putaran kedua. Pada putaran pertama, petahana hanya mampu meraih 16% suara.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 15 Apr 2019 10:08 WIB
Capres petahana Ukraina debat dengan podium kosong

Presiden Ukraina Petro Poroshenko pada Minggu (14/4) berdebat dengan sebuah podium kosong setelah rivalnya Volodymyr Zelensky, yang merupakan seorang komedian, tidak hadir.

Debat yang berlangsung di Olympic Stadium itu dihadiri oleh ribuan orang.

Kedua capres itu telah menyetujui untuk melangsungkan debat yang disiarkan televesi, namun gagal menyepakati waktu pelaksanaannya.

Zelensky menginginkan agar debat dilakukan pada Jumat (19/4), dua hari sebelum mereka kembali bertarung dalam pilpres putaran kedua.

Dalam pilpres putaran pertama, Poroshenko hanya mampu meraih 16% suara. Sang petahana pun memanfaatkan absennya Zelensky di Olympic Stadium untuk menguasai panggung.

Poroshenko disebut menginginkan debat yang disiarkan televisi untuk "mempermalukan" Zelensky yang tidak memiliki pengalaman politik dan tidak pernah benar-benar mengartikulasikan visi politiknya atau gagasannya untuk tunduk pada pengawasan.

Selama 45 menit di podium, Poroshenko menjawab pertanyaan wartawan dan menyerang Zelensky.

Poroshenko menjuluki kampanye kali ini sebagai "silent movie" dan menuduh Zelensky takut.

Sponsored

"Jika dia bersembunyi lagi dari rakyat, jika dia takut, kami akan mengundangnya lagi. Kami akan mengundangnya setiap hari untuk hadir dalam setiap siaran langsung agar seluruh negeri bisa melihat siapa yang akan dipilih untuk lima tahun ke depan," ungkap Poroshenko kepada kerumunan dan awak media saat kedatangannya.

Zelensky sejauh ini dinilai menjalankan kampanye tidak lazim. Dia menghindari kampanye terbuka, hanya melakukan sejumlah wawancara, dan lebih suka berkomunikasi melalui media sosial. 

Pandangan politiknya pun dianggap tidak jelas, terlepas dari harapan untuk menjadi yang baru dan berbeda. Walau demikian, dia menyelesaikan putaran pertama pilpres dengan baik, meraih lebih dari 30% suara, dan masih difavoritkan untuk memenangkan pemungutan suara pekan depan.
 

Sumber : BBC