Dunia / Venezuela

Cari dana segar, presiden Venezuela kunjungi China

Pada akhir 2018, inflasi yang terjadi di Venezuela diperkirakan mencapai 1 juta persen.

Cari dana segar, presiden Venezuela kunjungi China Ilustrasi / Pixabay

Presiden Venezuela Nicola Maduro (55) melawat ke China untuk membahas perjanjian ekonomi. Maduro dikabarkan berusaha meyakinkan pemodal utama di Asia itu untuk mencairkan pinjaman baru.

"Saya berangkat dengan harapan besar dan kita akan bertemu lagi dalam beberapa hari dengan prestasi besar," ujar Maduro pada hari Rabu (12/9) sebelum berangkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kementerian Informasi Venezuela juga belum memberikan pernyataan apapun.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China, dalam pernyataan singkat yang dirilis oleh kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa kunjungan Maduro ke Tiongkok berlangsung pada Kamis (13/9) hingga Sabtu (15/9) atas undangan Presiden Xi Jinping. Tidak ada penjelasan lain yang disertakan.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez sendiri saat ini tengah berada di China. Dan menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada Rabu kemarin, dia bertatap muka dengan Wakil Presiden China Wang Qishan.

Venezuela dan China telah lama memiliki hubungan persahabatan dan kerja sama telah terus berkembang di semua bidang, ungkap Kementerian Luar Negeri China mengutip pernyataan Wapres Wang kepada Rodriguez.

Pada Selasa (11/9), Rodriguez dilaporkan bertemu dengan Zhang Jianhua, presiden perusahaan energi negara CNPC untuk membahas kerja sama. Belum ada rincian yang tersedia terkait hal ini.

CNPC adalah investor utama dalam eksplorasi minyak dan gas di Venezuela.

Lebih dari satu dekade, China menanamkan lebih dari US$50 miliar di Venezuela melalui perjanjian minyak untuk pinjaman. Kesepakatan itu membantu Beijing mengamankan pasokan energi serta memperkuat hubungannya dengan negara anti-Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin.

Venezuela saat ini tengah mengalami hiperinflasi dan pada akhir tahun 2018, inflasi yang terjadi diperkirakan mencapai 1 juta persen.

Sejak lama, Venezuela dikenal sebagai salah satu pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, menjadikannya sebagai negara kaya. Namun, sejalan dengan anjloknya harga minyak situasi berbalik dengan cepat.

Kondisi tersebut diperparah dengan kesalahan pengelolaan ekonomi secara umum dan krisis politik domestik. 
 

 

Sumber: Reuters


Berita Terkait