sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cegah Covid-19, China larang turis asing masuk

"Negeri Tirai Bambu" sejauh ini melaporkan 86.151 kasus positif Covid-19, termasuk 4.634 kematian.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 06 Nov 2020 14:05 WIB
Cegah Covid-19, China larang turis asing masuk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

China melarang masuk turis asing dari Inggris, Belgia, dan Filipina. Sedangkan para pelancong dari Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Jerman diminta memberikan hasil tes kesehatan tambahan.

Selain itu, untuk sementara menangguhkan masuknya warga negara asing (WNA) yang bepergian dari Inggris meskipun memiliki visa dan izin tinggal yang sah. Kebijakan tersebut dilakukan menyusul meningkatnya infeksi Covid-19 di seluruh dunia.

Kedutaan Besar China di Belgia dan Filipina merilis pernyataan serupa pada Kamis (5/11) yang mengumumkan pembatasan wisatawan dari kedua negara. 

"Kami prihatin dengan dirilisnya pengumuman secara mendadak dan larangan masuk secara menyeluruh. Kami menunggu klarifikasi lebih lanjut terkait kapan larangan itu akan dicabut," tutur Kamar Dagang Inggris di China.

Larangan masuk bagi turis dari Inggris disampaikan saat negara tersebut memasuki masa karantina wilayah (lockdown) baru yang akan berlangsung selama sebulan.

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Inggris merupakan yang tertinggi di Eropa. "The Black Country" mencatat lebih dari 20.000 kasus infeksi baru setiap harinya.

Sementara itu, Belgia melaporkan kasus baru tertinggi di Eropa. Adapun Filipina mencatat jumlah infeksi dan fatalitas tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Larangan ini merupakan pembalikan dari pelonggaran kebijakan pada 28 September, ketika mengizinkan semua orang asing dengan izin tinggal yang sah untuk masuk. Pada Maret, China mulai melarang masuknya WNA sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 di dalam negeri.

Sponsored

Per 6 November, semua pelancong dari AS, Prancis, Jerman, dan Thailand yang menuju ke China harus menjalani tes asam nukleat dan tes darah untuk antibodi terhadap Covid-19. Tes harus dilakukan tidak lebih dari 48 jam sebelum berangkat menggunakan pesawat.

Jika penumpang perlu berhenti transit dalam perjalanan ke China, tes yang sama harus dilakukan di negara atau wilayah singgah.

Persyaratan serupa juga akan diberlakukan bagi pelancong dari negara-negara seperti Australia, Singapura, dan Jepang mulai Minggu (8/11).

"Negeri Tirai Bambu" sejauh ini melaporkan 86.151 kasus positif Covid-19, termasuk 4.634 kematian. (The Straits Times)

Berita Lainnya