sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Cegah penyebaran Covid-19, geng narkoba Brasil terapkan jam malam

Langkah itu diambil karena pemerintah dilaporkan tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 26 Mar 2020 13:50 WIB
Cegah penyebaran Covid-19, geng narkoba Brasil terapkan jam malam
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kelompok pengedar narkoba di salah satu wilayah kumuh paling terkenal di Rio de Janeiro telah memberlakukan jam malam demi mencegah penyebaran coronavirus jenis baru.

Dalam beberapa hari terakhir, anggota geng Comando Vermelho telah beredar di Cidade de Deus, bagian barat Rio de Janeiro. Mereka memerintahkan penduduk sekitar untuk tidak keluar rumah setelah pukul 20.00.

Akhir pekan lalu, wilayah tersebut menjadi area pertama yang mencatat kasus coronavirus. Dalam upaya nyata mencegah terjadinya penularan lebih lanjut, geng Comando Vermelho yang mengendalikan wilayah kumuh tersebut mendesak penduduk untuk mematuhi jam malam yang mereka terapkan.

Sebuah video yang diduga direkam di Cidade de Deus dan beredar di media sosial pekan ini memperlihatkan pengeras suara yang menyerukan peringatan, "Siapa pun yang tidak mematuhi aturan dan berkeliaran di luar rumah akan dihukum."

Dalam wawancara dengan The Guardian, seorang penduduk mengatakan bahwa Comando Vermelho memberlakukan jam malam karena pemerintah tidak berbuat apa-apa untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

"Mereka melakukan ini karena pemerintah absen. Otoritas seperti buta terhadap kami," ujar dia.

Sebuah laporan di surat kabar Rio Extra mengatakan bahwa anggota geng berkeliling wilayah Cidade de Deus dan memberi tahu 40.000 penduduk setempat bahwa mereka memberlakukan jam malam karena pemerintah tidak merespons coronavirus secara serius.

Comando Vermelho bukan satu-satunya geng yang bertindak untuk mengatasi coronavirus di wilayah kumuh. Di area Morro dos Prazeres di Rio de Janeiro, geng lainnya melarang penduduk untuk mengadakan perkumpulan lebih dari dua orang.

Sponsored

Sementara di area Rocinha, salah satu wilayah kumuh terbesar di Amerika Latin, geng narkoba setempat juga menetapkan jam malam.

"Para anggota geng mengatakan bahwa setelah jam 20.30, semua orang harus menetap di dalam rumah. Jika tidak, akan ada hukuman," kata seorang warga Rocinha.

Di Santa Marta, wilayah kumuh yang berada dekat patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, para anggota geng membagikan sabun dan meminta warga untuk mencuci tangan di tempat cuci tangan umum sebelum masuk area tersebut.

Sementara itu, di sejumlah bagian Complexo de Mare, wilayah kumuh yang berada dekat Bandara Internasional Galeao, para anggota geng meminta toko-toko dan gereja untuk mengurangi jam operasional mereka.

"Hanya toko roti yang diizinkan buka hingga pukul 23.00," kata seorang ibu yang menetap di wilayah tersebut. "Tidak ada yang mau keluar rumah karena takut akan coronavirus dan takut akan perintah mereka." (The Guardian)

Berita Lainnya