logo alinea.id logo alinea.id

Cegah teror, negara-negara Eropa perketat perbatasan

Teror di Las Vegas membuat beberapa negara Eropa khawatir teror akan merembet ke wilayah mereka.

Dika Hendra
Dika Hendra Jumat, 13 Okt 2017 11:44 WIB
Cegah teror, negara-negara Eropa perketat perbatasan

SEJUMLAH negara Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Denmark, berencana memperketat proses pemeriksaan di perbatasan, menyusul insiden penembakan brutal di Las Vegas yang menewaskan lebih dari 50 orang beberapa waktu lalu. 

Kebijakan pengetatan itu sejatinya bertentangan dengan kebijakan Schengen yang membebaskan pergerakan paspor bagi warga Uni Eropa. Tapi, teror yang masih menjadi ancaman menjadi alasan untuk memperketat perbatasan.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan pengetatan kontrol perbatasan anggota bebas visa Schengen juga diberlakukan kepada warga Italia dan Belgia. Tentunya itu akan diberlakukan dengan menghormati prinsip proporsional. Proses itu diajukan Prancis kepada Uni Eropa pada 3 Oktober lalu dan akan berlaku secepatnya.

“Analisis risiko menunjukkan keberadaan ancaman masih bisa terjadi,” demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri Prancis dilansir Straits Times pada Kamis (12/10) kemarin. Mereka khawatir jika gerilyawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) akan melancarkan serangan lanjutan di Prancis.

Jerman juga menempuh langkah serupa. Berlin memperpanjang pengontrolan paspor untuk sementara di sepanjang perbatasan dengan Australia dari penerbangan dari Yunani selama enam bulan kedepan. Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan langkah itu berkaitan untuk mencegah masuknya militan dan migran ilegal.

“Langkah pemeriksaan paspor dilanjutkan karena faktor keamanan,” ungkap Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere dilansir Express. Data terbaru menunjukkan 140.000 pencari suaka terdaftar di Jerman sejak awal 2017. Komisi Eropa bulan lalu mendukung proposal Jerman-Prancis untuk mengizinkan pengecekan perbatasan permanen di zona bebas visa Schengen.

Pemerintah Denmark juga ikut memperpanjang kontrol perbatasan dengan Jerman hingga 12 Mei tahun depan. “Situasi migran dan ancaman teror menjadi ancaman bagi Denmar. Kita tidak ingin menutup mata terhadap ancaman teror terhadap Denmark,” ujar Menteri Imigrasi Inger Stojberg.