sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China akan hapus tarif impor kedelai dan daging babi AS

China memberlakukan tarif 25% untuk kedelai dan daging babi asal AS pada Juli 2018.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 06 Des 2019 18:31 WIB
China akan hapus tarif impor kedelai dan daging babi AS

Pada Jumat (6/12), China mengumumkan akan menghapuskan tarif impor untuk kedelai dan daging babi dari Amerika Serikat. Kementerian Keuangan China menyatakan, penghapusan tarif itu didasarkan pada permohonan yang dibuat oleh sejumlah perusahaan dalam negeri untuk impor kedelai dan daging babi AS.

Tiongkok memberlakukan tarif 25% untuk kedelai dan daging babi asal AS pada Juli 2018, setelah Washington menerapkanĀ tarif bagi sejumlah produk China. Langkah Washington merupakan tanggapan atas tuduhan bahwa perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di China dipaksa melakukan alih teknologi.

Penghapusan tarif terjadi ketika kedua negara bernegosiasi untuk merampungkan fase satu atau kesepakatan sementara demi meredakan perang dagang yang sudah mengguncang pasar keuangan, menganggu rantai pasokan, dan membebani pertumbuhan ekonomi global.

Awalnya, kesepakatan sementara itu diprediksi dapat terwujud pada November. Namun, kedua negara dilaporkan masih berdiskusi tentang persoalan utama seperti penghapusan tarif dan seberapa banyak produk pertanian AS yang bersedia dibeli China.

Meskipun perundingan perang dagang mengalami kemajuan pada Kamis (5/12), putaran baru tarif AS yang mencakup sekitar US$156 impor China dijadwalkan tetap akan berlaku mulai 15 Desember.

Langkah penghapusan tarif yang China lakukan atas kedelai dan daging babi AS dinilai sebagai bentuk komitmennya terhadap kesepakatan antara kedua pihak yang menyatakan bahwa Beijing harus membeli lebih banyak produk pertanian utama AS.

Hal serupa disampaikan oleh ahli hubungan China-AS dari Chinese Academy of Social Sciences, Liu Weidong. Dia menilai bahwa penghapusan tarif bertujuan untuk meningkatkan komitmen pembelian produk pertanian AS.

Penghapusan tarif untuk daging babi dinilai tepat waktu. Pasalnya, permintaan akan tinggi dengan kurang dari dua bulan menjelang Tahun Baru Imlek, periode di mana konsumsi daging babi memuncak di Tiongkok.

Sponsored

China telah mencari lebih banyak pasokan daging untuk mengatasi kekurangan protein yang besar setelah wabah demam babi Afrika memangkas pasokan daging babi di dalam negeri. (Reuters dan South China Morning Post)

Berita Lainnya