sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China berikan vaksin Covid-19 kepada Kim Jong Un

Ada tiga perusahaan China sedang mengembangkan vaksin virus corona, termasuk Sinovac Biotech Ltd, CanSinoBio, dan Sinophram Group.

Cindy Victoria Dhirmanto
Cindy Victoria Dhirmanto Selasa, 01 Des 2020 16:59 WIB
China berikan vaksin Covid-19 kepada Kim Jong Un

China telah memberikan vaksin virus corona eksperimental kepada pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un dan keluarganya. Hal ini diujarkan oleh seorang analis US pada Selasa (1/12), mengutip dua sumber intelijen Jepang yang tidak sebutkan namanya. 

Harry Kazianis, seorang ahli Korut di wadah pemikir Center for the National Interest di Washington, mengatakan, Kim dan beberapa pejabat senior Korut telah divaksinasi. Tidak dijelaskan perusahaan mana yang telah memasok kandidat obatnya kepada Kim dan keluarga dan apakah itu terbukti aman.

"Kim Jong Un dan beberapa pejabat tinggi lainnya dalam keluarga Kim dan jaringan kepemimpinan telah divaksinasi untuk virus corona dalam dua hingga tiga minggu terakhir berkat kandidat vaksin yang disediakan oleh pemerintah China," tulis Kazianis dalam sebuah artikel untuk outlet online. 

Mengutip ilmuwan medis AS, Peter J.Hotez, dirinya mengungkapkan, setidaknya tiga perusahaan China sedang mengembangkan vaksin virus corona, termasuk Sinovac Biotech Ltd, CanSinoBio, dan Sinophram Group.

Sinophram mengatakan, kandidatnya telah digunakan oleh hampir satu juta orang di China, meskipun tidak ada perusahaan yang diketahui secara terbuka meluncurkan uji klinis Fase 3 dari obat Covid-19 eksperimental mereka. Beberapa ahli meragukan Kim akan menggunakan vaksin eksperimental.

"Bahkan jika vaksin China telah disetujui, tidak ada obat yang sempurna dan dia tidak akan mengambil risiko itu ketika dia memiliki banyak tempat perlindungan yang dapat memastikan isolasi yang hampir lengkap," kata Choi Jung-hun, seorang ahli penyakit menular yang membelot dari Korut ke Korea Selatan pada 2012.

Mark Barry, seorang analis Asia Timur dan editor asosiasi dari Jurnal Internasional tentang Perdamaian Dunia, mengatakan, Kim lebih memilih vaksin Eropa yang sudah terbukti daripada yang disediakan oleh Beijing.

"Risikonya terlalu besar. Tapi dia senang mendapatkan alat pelindung diri China," ujar Barry di Twitter.

Sponsored

Korut belum mengonfirmasi infeksi virus corona, tetapi Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan karena negara itu memiliki perdagangan dan pertukaran orang dengan China. 

Perusahaan Microsoft mengatakan, bahwa bulan lalu terdapat dua kelompok peretas yang berasal dari Korut yang mencoba masuk ke jaringan pengembang vaksin di banyak negara, tanpa menentukan perusahaan yang menjadi target. 

Hal ini dikatakan oleh Microsoft kepada Reuters bahwa mereka termasuk pembuat obat Inggris AstraZeneca. Selain itu, NIS juga mengatakan bahwa pada pekan lalu, mereka telah menggagalkan upaya Korea Utara untuk meretas pembuat vaksin Covid-19 Korea Selatan. (Reuters).

Berita Lainnya