sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China catat 139 kasus baru coronavirus

Dari 139 kasus baru, 136 di antaranya terjadi di Wuhan, dua di Beijing, dan satu di Guangdong.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 20 Jan 2020 11:40 WIB
China catat 139 kasus baru coronavirus

Pada Senin (20/1), otoritas China melaporkan bahwa wabah yang dipicu coronavirus jenis baru telah menyebar ke lebih banyak kota. Mereka mengonfirmasi, 139 kasus baru ditemukan selama akhir pekan.

Pejabat setempat menyatakan, virus itu telah terdeteksi di Beijing dan Provinsi Guangdong, menandai pertama kalinya kasus tercatat di luar Kota Wuhan.

Komisi Kesehatan Daxing di Beijing menuturkan, mereka telah mengonfirmasi dua kasus. Sementara itu, Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong memastikan seorang pria berusia 66 tahun di Shenzen telah dikarantina sejak Sabtu (11/1), setelah terserang demam dan menunjukkan gejala coronavirus sepulang mengunjungi kerabatnya di Wuhan.

"Para ahli meyakini bahwa situasi epidemi saat ini masih dapat dicegah dan dikendalikan," kata Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong.

Epidemi coronavirus jenis baru datang ketika China bersiap menyambut libur Tahun Baru Imlek pada akhir pekan ini. Selama musim libur, ratusan juta warga China akan bepergian ke dalam dan luar negeri, meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran virus ke negara lain.

Dalam pernyataan terpisah, Komisi Kesehatan Kota Wuhan mengatakan bahwa mereka menemukan 136 kasus baru pada Sabtu (18/1) dan Minggu (19/1).

Hingga Minggu malam, secara total 198 kasus telah dilaporkan di Wuhan, termasuk tiga orang yang tewas akibat virus tersebut. Sekitar 170 orang masih dirawat di rumah sakit, termasuk sembilan orang dalam kondisi kritis, dan 25 lainnya dinyatakan sembuh.

Di luar China, dua kasus telah dilaporkan di Thailand dan satu di Jepang. Kedua kasus melibatkan mereka yang berasal dari Wuhan atau baru-baru ini mengunjungi kota tersebut.

Sponsored

Pada Minggu, China mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan upaya penanggulangan wabah coronavirus. Otoritas kesehatan di seluruh dunia pun bekerja untuk mencegah penyebarannya.

Coronavirus masuk dalam kategori keluarga coronaviridae yang menyebabkan sindrom pernapasan akut (Severe Acute Respiratory Syndrome/SARS), yang menewaskan hampir 800 orang secara global pada 2002-2003. Wabah SARS juga dimulai di China.

Sejumlah ahli mengatakan, virus tersebut mungkin tidak akan mematikan seperti SARS. Namun, mereka belum mengetahui asal-usul virus itu dan seberapa mudah penularan antarmanusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu menduga bahwa sejumlah kasus baru coronavirus tidak terkait dengan pasar makanan laut Huanan di Wuhan, yang diyakini sebagai pusat wabah virus tersebut.

Wakil Wali Kota Wuhan Chen Yanxin menyatakan bahwa pihak berwenang dari kota berpenduduk 11 juta jiwa itu akan memperkuat pengawasan acara-acara besar dan mengurangi jumlah pertemuan publik.

Otoritas kota juga telah memperketat proses screening kesehatan bagi penumpang di Bandara Internasional Wuhan Tianhe. Chen menambahkan, penumpang yang terdeteksi demam akan dicatat, diberi masker, dan dibawa ke institusi medis.

Sama seperti Wuhan, pihak berwenang di Hong Kong pun meningkatkan langkah-langkah screening termasuk mendirikan pos pemeriksaan kesehatan bagi wisatawan yang datang dari China daratan.

Otoritas bandara di Singapura, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Asia lainnya juga melakukan screening bagi penumpang dari Wuhan. (Reuters dan Channel News Asia)

Berita Lainnya