sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

8 hari berturut-turut tak ada kematian akibat Covid-19 di China

Jumlah total kasus positif Covid-19 di China mencapai 82.798.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 23 Apr 2020 20:22 WIB
8 hari berturut-turut tak ada kematian akibat Covid-19 di China

China daratan pada Kamis (23/4) melaporkan 10 kasus baru infeksi Covid-19, turun dari 30 pada hari sebelumnya.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan bahwa enam dari kasus baru merupakan kasus impor, turun dari 23 sehari sebelumnya. Sementara empat kasus transmisi lokal lainnya terdeteksi di Heilongjiang dan Guangdong.

Tidak ada kasus kematian baru yang dilaporkan untuk hari kedelapan berturut-turut.

Jumlah total kasus positif Covid-19 di China mencapai 82.798, di mana 4.623 meninggal dan 77.207 dinyatakan sembuh.

Adapun kasus tanpa gejala menurun menjadi 27 dari 42 sehari sebelumnya. NHC menyatakan, saat ini pasien tanpa gejala yang berada dalam pengamatan medis menjadi 984, di mana 166 di antaranya adalah kasus impor.

China daratan tidak mencantumkan orang yang dites positif tetapi tidak menunjukkan gejala klinis, seperti demam dan batuk, dalam penghitungan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying pada Kamis menyatakan bahwa Tiongkok akan mendonasikan tambahan US$30 juta untuk mendukung upaya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memerangi coronavirus jenis baru.

Hua menjelaskan, donasi tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem kesehatan negara-negara berkembang. Pada Maret, China telah mendonasikan US$20 juta bagi WHO.

Sponsored

Jumlah kasus terkonfirmasi lebih tinggi?

Sebuah penelitian oleh akademisi Hong Kong University yang terbit di The Lancet pada Selasa (21/4) mengklaim bahwa lebih dari 232.000 orang mungkin telah terinfeksi pada gelombang pertama Covid-19 di China daratan, empat kali lebih tinggi dari angka resmi pemerintah.

China daratan melaporkan lebih dari 55.000 kasus infeksi pada 20 Februari, tetapi menurut para peneliti, jumlah sebenarnya akan jauh lebih tinggi jika definisi "kasus terkonfirmasi" milik otoritas kesehatan diterapkan sejak awal.

Sebelumnya, NHC mengeluarkan tujuh versi definisi kasus Covid-19 antara 15 Januari hingga 3 Maret. Mereka mengubah sistem klasifikasi tersebut sejalan dengan pemahaman akan perkembangan virus.

Menurut peneliti Hong Kong, hal tersebut berpengaruh besar pada berapa banyak infeksi yang tercatat.

"Jika versi kelima dari definisi kasus telah diterapkan sepanjang pandemik, kami memperkirakan bahwa pada 20 Februari, seharusnya ada 232.000 kasus yang dikonfirmasi di Tiongkok, jauh lebih tinggi dari 55.508 yang dilaporkan saat itu," jelas penelitian tersebut.

Negeri Tirai Bambu terus menghadapi skeptisisme terkait pelaporan kasusnya. Pekan lalu, pemerintah mengungkapkan bahwa jumlah kematian di Kota Wuhan ternyata 50% lebih tinggi dari yang pertama kali dilaporkan. (Channel News Asia dan The Guardian)

Berita Lainnya