logo alinea.id logo alinea.id

China: Kanada terapkan standar ganda dalam kasus bos Huawei

Penangkapan bos Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan AS telah membuat tegang relasi China dan Kanada.

Khairisa Ferida Jumat, 11 Jan 2019 10:09 WIB
China: Kanada terapkan standar ganda dalam kasus bos Huawei

Duta besar China untuk Kanada menuduh pemerintah Kanada menerapkan standar ganda dan mengabaikan kedaulatan hukum negaranya. Pernyataan ini muncul di tengah perselisihan diplomatik kedua negara yang dipicu penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat.

Beijing mengecam penangkapan Meng Wanzhou, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan Global Huawei Technologies Co, dan mengancam aksi balasan jika kasusnya tidak dibatalkan.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, China menahan dua warga Kanada, yakni pengusaha Michael Spavor dan mantan diplomat yang juga penasihat International Crisis Group (ICG) Michael Kovrig. Keduanya diselidiki karena dianggap membahayakan kemanan nasional negara itu.

Dalam sebuah artikel di harian Ottawa Hill Times yang diterbitkan pada Rabu (9/1), Dubes Lu Shaye mengatakan permintaan Kanada untuk membebaskan kedua orang itu mencerminkan standar ganda yang lahir dari keegoisan Barat dan supremasi kulit putih. 

Lu menulis, "Tampaknya, mereka, hukum Kanada atau negara-negara Barat wajib ditaati dan diikuti, sementara hukum China tidak demikian, dan tidak boleh dihormati." 

Kurangnya perhatian terhadap Meng Wanzhou di Kanada, menurut Lu, mengisyaratkan bahwa perlakuan manusiawi hanya diterapkan bagi warga Kanada, bukan China.

China tidak menyebutkan keterkaitan langsung antara penangkapan dua warga Kanada tersebut dengan Meng Wanzhou, namun para pejabat Barat di Beijing menyebut kasus itu sebagai aksi balasan.

Meng Wanzhou memiliki akses ke pengacara, dibebaskan dengan jaminan, dan dapat bertemu keluarganya. Sementara itu, Kovrig tidak mendapat pendampingan hukum, tidak diizinkan bertemu keluarganya, dan dibatasi pertemuannya dengan pejabat konsuler.

Sponsored

AS berupaya mengekstradisi Meng Wanzhou atas tuntutan menyalahgunakan bank-bank multinasional untuk transaksi yang terkait dengan Iran, membuat sejumlah bank berisiko melanggar sanksi AS.

Huawei adalah penyuplai terbesar perlengkapan jaringan telekomunikasi dan penjual ponsel cerdas terbesar kedua di dunia.

Setidaknya sejak tahun 2016, AS telah memeriksa apakah produk Huawei yang dibuat di AS dikirimkan ke Iran atau negara-negara lain yang melanggar ekspor dan sanksi AS. (Ant)