sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China kecam aliansi Five Eyes atas sikap terkait Hong Kong

Hong Kong adalah bagian tak terpisahkan dari China dan bahwa pejabat publik di wilayah tersebut pun harus setia pada bangsa.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 20 Nov 2020 15:20 WIB
China kecam aliansi Five Eyes atas sikap terkait Hong Kong
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 557.877
Dirawat 77.969
Meninggal 17.355
Sembuh 462.553

China telah membantah kritik yang dilakukan aliansi Five Eyes terhadap kebijakan mereka terkait Hong Kong. China menyebut, aliansi tersebut harus sadar bahwa faktanya Hong Kong telah dikembalikan ke China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian, menanggapi pernyataan tentang Hong Kong yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, yang bersama-sama membentuk kemitraan intelijen yang dikenal sebagai Five Eyes.

"Tidak peduli apakah mereka memiliki lima atau 10 mata, jika mereka berani merendahkan kedaulatan, kepentingan keamanan, dan pembangunan China, mereka harus berhati-hati terhadap mata mereka yang ditusuk dan dibutakan," kata Zhao dalam pengarahan harian pada Jumat (20/11).

Para menteri luar negeri dari lima negara tersebut mengatakan, resolusi baru pemerintah China yang menyebabkan diskualifikasi empat anggota parlemen prodemokrasi di Hong Kong tampaknya menjadi bagian dari kampanye China untuk membungkam semua suara kritis di Hong Kong.

Pernyataan bersama Five Eyes tersebut menilai bahwa resolusi itu merupakan pelanggaran kewajiban internasional China dan komitmennya untuk memberikan Hong Kong otonomi dan kebebasan berbicara.

Hong Kong, wilayah berpenduduk 7,5 juta orang, dijanjikan otonomi atas urusan lokal selama 50 tahun setelah dikembalikan ke China pada 1997.

Zhao menegaskan Hong Kong adalah bagian tak terpisahkan dari China dan bahwa pejabat publik di wilayah tersebut pun harus setia pada bangsa.

"Ini adalah etika politik dasar di setiap negara di dunia, bukan?" ujar dia.

Sponsored

Empat anggota parlemen Hong Kong yang dikeluarkan sebelumnya dilarang mencalonkan diri kembali karena kritik mereka kepada pemerintah asing untuk menjatuhkan sanksi terhadap China. Mereka tetap menjabat karena pemilihan umum ditunda selama satu tahun.

Tiga mantan anggota parlemen prodemokrasi lainnya muncul di pengadilan di Hong Kong pada Kamis (19/11), satu hari setelah mereka ditangkap karena dianggap mengganggu proses badan legislatif dalam perdebatan tentang RUU lagu kebangsaan awal tahun ini.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya