sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China kembali tegaskan komitmen untuk membuka diri

Wapres Wang Qisha menuturkan bahwa perkembangan China tidak dapat dibendung dunia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 08 Jul 2019 17:03 WIB
China kembali tegaskan komitmen untuk membuka diri

China dan seluruh dunia harus hidup berdampingan. Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden China Wang Qishan pada Senin (8/7).

"Perkembangan China tidak dapat dicegah oleh dunia. Perkembangan dunia tidak dapat dicegah oleh China," kata Wang dalam pidato pembukaan di World Peace Forum yang berlangsung di Tsinghua University.

Pernyataan Wang tersebut muncul di tengah upaya China dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang dagang.

Tanpa menyebut AS, Wang juga memperingatkan soal proteksionisme atas nama keamanan nasional dan mendesak negara-negara maju untuk berkontribusi lebih banyak lagi bagi perdamaian dan stabilitas global.

Pemerintahan Donald Trump menuduh China terlibat dalam praktik perdagangan tidak adil yang mendiskriminasi perusahaan AS, melakukan transfer teknologi paksa dan mencuri kekayaan intelektual. Semua tuduhan itu dibantah oleh Beijing.

Sebelum kedua pihak sepakat mencapai gencatan senjata pada awal Juli, mereka telah menerapkan tarif pada impor masing-masing.

China juga dibuat meradang oleh sanksi AS yang menargetkan raksasa teknologi, Huawei, karena isu keamanan nasional.

Wang, yang digambarkan sangat dekat dengan Presiden Xi Jinping dan jarang berbicara di depan umum, menegaskan kembali komitmen China untuk membuka diri.

Sponsored

Dia menuturkan bahwa dunia membutuhkan China seperti halnya China membutuhkan dunia.

"Negara-negara besar harus memikul tanggung jawab mereka dan memberi contoh, berkontribusi lebih banyak pada perdamaian dan stabilitas global serta memperluas jalur kerja sama," tutur Wan di hadapan audiensi, termasuk sejumlah diplomat senior Barat. "Pembangunan adalah kunci untuk menyelesaikan semua masalah."

Perwakilan AS dan China dilaporkan telah mengorganisir dimulainya kembali pembicaraan dagang pekan ini. Keduanya telah berkomunikasi lewat telepon sejak KTT G20 di Osaka, di mana Trump dan Xi melangsungkan pertemuan bilateral untuk mencairkan perundingan yang beku pada Mei.

Negosiasi mandek setelah para pejabat AS menuduh China menarik kembali komitmen yang telah disepakati dalam teks perjanjian yang disebut para juru runding nyaris selesai.

Perang dagang hanyalah satu dari sejumlah perselisihan yang melibatkan AS dan China. Keduanya juga berseteru dalam isu HAM, Laut China Selatan serta Taiwan.

Wang menekankan, tidak peduli bagaimana situasi internasional berkembang atau bagaimana China berkembang, itu akan berada di jalur perdamaian. China, kata Wang, tidak mengincar pengaruh atau ekspansi.

"Jika tidak ada lingkungan internasional yang damai dan stabil, tidak akan ada perkembangan untuk dibicarakan," imbuhnya.

Sumber : Reuters