sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China konfirmasi 15 kematian baru akibat coronavirus

Total kematian akibat coronavirus jadi 41 orang dan seluruhnya terjadi di China.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 25 Jan 2020 08:54 WIB
China konfirmasi 15 kematian baru akibat coronavirus

China mengonfirmasi 15 kematian lainnya di Provinsi Hubei akibat coronavirus jenis baru, menambah jumlah korban tewas di negara itu menjadi 41 orang. Coronavirus telah menginfeksi lebih dari 1.000 orang secara global.

Komisi Kesehatan Provinsi Hubei mengatakan lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (25/1) pagi bahwa 180 kasus baru dilaporkan terjadi pada akhir Jumat (24/1), sehingga jumlah total pasien yang dirawat saat ini di provinsi tersebut adalah 752 orang.

Sementara itu, 15 kematian baru terjadi di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah dan telah diisolasi. Seluruh akses keluar dan masuk kota berpenduduk 11 juta itu ditutup.

Belum ada data tingkat nasional baru yang tersedia. Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat mengonfirmasi 830 kasus coronavirus.

Coronavirus juga telah merambah sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Amerika Serikat, dan yang baru adalah Nepal dengan satu kasus serta Prancis dengan tiga kasus.

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn menerangkan bahwa satu pasien di Paris dan satu lagi di Bordeaux.

Organisasi Kesehataan Dunia (WHO) telah menyatakan coronavirus baru sebagai keadaan darurat di China pekan ini, tetapi belum mendeklarasikannya sebagai keprihatinan internasional.

Isolasi tidak hanya diterapkan pada Wuhan, namun juga Huanggang, Ezhou, Chibi, Qianjiang, Zhijiang, Jingmen, Xiantao, Xiaogan dan Huangshi. Langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.

Sponsored

Namun, persoalan lain muncul di Wuhan. Dalam pengisolasiannya, apotek-apotek di kota itu dilaporkan mulai kehabisan persediaan dan rumah sakit dibanjiri oleh orang-orang. 

Rumah sakit pun telah meminta bantuan pasokan medis, termasuk masker, sarung tangan, dan pakaian pelindung.

Di lain sisi, media pemerintah China melaporkan bahwa pembangunan sebuah rumah sakit berkapasitas 1.000 tempat tidur tengah dilakukan. Rumah sakit baru itu diharapkan selesai pada Senin (3/2).

Coronavirus jenis baru dapat menyebabkan pneumonia, yang telah mematikan dalam beberapa kasus.

Gejala yang dialami mereka yang terinfeksi adalah demam, sulit bernapas, dan batuk. Menurut WHO, sebagian besar kematian terjadi pada usia lanjut, dengan banyak yang sudah memiliki kondisi tertentu sebelumnya.

Musim libur Tahun Baru Imlek telah menimbulkan kekhawatiran lebih bahwa wabah dapat dengan cepat menyebar mengingat ratusan juta orang China melakukan perjalanan ke seluruh negeri.

Coronavirus jenis baru ditularkan oleh hewan dan belakangan dikonfirmasi dapat menyebar dari orang ke orang. Penyebaran virus itu di Wuhan telah dikaitkan dengan pasar di kota itu yang menjual berbagai makanan laut dan hewan hidup, termasuk spesies liar.

Pada Kamis, David Heymann, ketua komite WHO yang mengumpulkan data terkait coronavirus baru menuturkan bahwa virus menyebar lebih mudah dari orang ke orang dibanding yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami sekarang melihat penyebaran (virus) generasi kedua dan ketiga," kata Heymann.

Generasi ketiga berarti seseorang yang terinfeksi setelah kontak langsung dengan hewan di pasar menyebarkan virus ke orang lain, yang kemudian menyebarkannya ke orang ketiga.

Pada awalnya, virus diperkirakan menyebar hanya lewat kontak yang sangat dekat seperti memeluk, mencium atau berbagi peralatan makan. Namun, bukti yang diperoleh sekarang menunjukkan bahwa kontak yang jauh dapat menyebarkan virus seperti jika penderita bersin atau batuk di dekat wajah orang lain.

Heymann menambahkan, tidak ada bukti saat ini bahwa virus itu mengudara dan dapat menyebar ke seluruh ruangan, seperti halnya flu atau campak.

Hari ini menandai hari pertama Tahun Baru Imlek. Di China sendiri, perayaan akan jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya menyusul merebaknya coronavirus baru dan pemerintah membatalkan banyak acara besar untuk membantu mengendalikan virus.

Selain di China daratan, perayaan Tahun Baru Imlek juga dibatalkan di Hong Kong. (Reuters, CNN, dan VOA)

Berita Lainnya