sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China: Militer AS di LCS tidak baik untuk perdamaian

USS Theodore Roosevelt dan 3 kapal perang AS memasuki Laut China Selatan, 23 Januari, dengan dalih mempromosikan kebebasan berlaut.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 26 Jan 2021 15:45 WIB
China: Militer AS di LCS tidak baik untuk perdamaian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, tindakan Amerika Serikat (AS) yang kerap mengirim kapal dan pesawat tempur ke Laut China Selatan (LCS) tidak baik untuk perdamaian.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah militer AS mengirim armada kapal induk, yang dipimpin USS Theodore Roosevelt, ke jalur perairan yang disengketakan tersebut.

LCS yang strategis telah lama menjadi sumber pertikaian antara Beijing dan Washington, dengan China yang berulang kali geram dan mengecam aktivitas militer AS di wilayah itu.

Militer AS menyebut, armada kapal induk yang dipimpin USS Theodore Roosevelt dan didampingi tiga kapal perang, memasuki jalur air pada Sabtu (23/1) untuk mempromosikan kebebasan berlaut.

Langkah itu terjadi hanya beberapa hari setelah Joe Biden dilantik menjadi Presiden AS.

"AS sering mengirim pesawat dan kapal mereka ke Laut China Selatan untuk 'melenturkan otot' mereka di perairan tersebut," kata Juru bicara Kemlu China, Zhao Lijian, Senin (25/1). "Ini tidak kondusif untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan."

China berulang kali mengeluhkan kapal Angkatan Laut AS yang mendekati pulau-pulau yang didudukinya di LCS, di mana Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Taiwan semuanya memiliki klaim yang saling tumpang tindih.

Armada kapal induk AS memasuki LCS saat Taiwan melaporkan adanya serangan jet angkatan udara China ke bagian barat daya zona identifikasi pertahanan udaranya.

Sponsored

Hal tersebut memicu kekhawatiran Washington yang merupakan sekutu Taiwan.

China belum berkomentar tentang aktivitas angkatan udaranya. Zhao sendiri merujuk pertanyaan terkait klaim Taiwan itu kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Dia menegaskan kembali posisi China, bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak terpisah dari Beijing dan meminta AS untuk menaati prinsip "one China".

Secara terpisah, Kemhan Taiwan menyatakan, hanya satu pesawat China yang terbang ke zona pertahanannya pada Senin, sebuah pesawat antikapal selam Y-8.

Sebelumnya, pemerintahan baru Biden menegaskan, komitmen AS bagi Taiwan tetap kokoh.

AS, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan, tetapi merupakan pendukung internasional dan pemasok senjata utama mereka, hal yang kerap ditentang pemerintah China daratan. (REUTERUS)

Berita Lainnya

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Urgensi masyarakat patuhi larangan mudik Lebaran

Minggu, 18 Apr 2021 18:32 WIB

Pemudik Curi Start Ancam Pertahanan Kesehatan

Selasa, 20 Apr 2021 15:42 WIB