sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China peringatkan balasan terhadap AS soal kebijakan visa pers

China mendesak Amerika Serikat segera mengoreksi kesalahannya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 12 Mei 2020 08:46 WIB
China peringatkan balasan terhadap AS soal kebijakan visa pers
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 60695
Dirawat 30091
Meninggal 3036
Sembuh 27568

Pemerintah China pada Senin (11/5) memperingatkan pihaknya akan membuat kebijakan balasan guna menanggapi keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memperketat pemberian visa bagi wartawan China.

Beijing mendesak Washington segera mengoreksi kesalahannya.

Otoritas di AS pekan lalu mengeluarkan aturan baru yang membatasi masa berlaku visa bagi wartawan China menjadi 90 hari. Beleid yang berlaku pada Senin dibuat dengan mencantumkan aturan perpanjangan.

Umumnya, visa semacam itu tidak dibatasi jangka waktu tertentu sehingga tidak perlu diperpanjang, kecuali pihak pekerja pindah ke perusahaan atau bidang berbeda.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan China menyesalkan keputusan AS. Zhao menyebut langkah itu sebagai tekanan bagi media China.

"Kami menentang keras dan kecewa terhadap kebijakan itu," kata Zhao. "Kami meminta AS segera mengoreksi kesalahannya atau China tidak punya pilihan lain selain membuat kebijakan balasan."

AS dan China dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam aksi saling balas mengenai aturan terkait izin bekerja wartawan.

China pada Maret mengusir sejumlah wartawan berkebangsaan AS dari tiga koran yang berpusat di AS. Satu bulan sebelumnya, AS memperlakukan lima media milik pemerintah China dengan aturan yang mirip untuk kantor perwakilan/kedutaan asing.

Sponsored

Tidak hanya itu, China juga mengusir tiga wartawan Wall Street Journal, dua di antaranya merupakan warga AS dan satu lainnya warga Australia. Tiga wartawan itu diusir setelah Wall Street Journal menyiarkan kolom berisi opini yang menyebut China "the real sick man of Asia".

Saat mengumumkan peraturan baru pada Jumat (8/5), Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menyebut China melakukan tekanan terhadap jurnalisme yang independen.

"Untuk jangka waktu tertentu, AS terjebak pada mentalitas Perang Dingin dan bias ideologis, dan (AS) terus meningkatkan tekanan terhadap media China," ujar Zhao menanggapi aturan baru AS. "Sekarang mereka menggunakan visa untuk membuat aturan pembatasan yang diskriminatif, (sehingga) mengganggu media China membuat laporan secara normal di AS, (ini) sangat mengganggu hubungan orang-ke-orang antarnegara." (Ant)

Berita Lainnya