sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China revisi angka kematian akibat coronavirus

Sebelumnya angka kematian akibat coronavirus jenis baru secara global disebut 1.486, namun setelah direvisi menjadi jauh lebih rendah.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 14 Feb 2020 12:43 WIB
China revisi angka kematian akibat coronavirus

Pada Jumat (14/2), Komisi Kesehatan Nasional China merevisi angka kematian akibat wabah coronavirus jenis baru menjadi 1.380 secara nasional. Dengan demikian total korban meninggal secara global adalah 1.383 orang. 

Tiga kematian terjadi di luar China daratan, yakni di Hong Kong, Filipina, dan Jepang.

Pihak berwenang sebelumnya mengumumkan jumlah korban tewas melebihi 1.400. Namun, mereka merevisinya dengan mengatakan bahwa penghitungan tersebut tidak akurat.

Sementara itu, total kasus infeksi coronavirus di seluruh dunia telah melebihi 64.000, termasuk lebih dari 5.000 kasus baru di China per Jumat pagi.

Sponsored

Pada Kamis (13/2), terjadi lonjakan 14.840 kasus baru di Tiongkok, kenaikan terbesar dalam satu hari sejak wabah coronavirus terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, pada akhir 2019.

Otoritas Hubei mengatakan bahwa ada sekitar 37.000 pasien di rumah sakit, dan 1.685 di antaranya berada dalam kondisi kritis. Sejauh ini, lebih dari 6.723 pasien di Tiongkok telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. (NHK dan CNN)

Berita Lainnya