sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China setujui uji coba vaksin Covid-19 semprot hidung

Vaksin semprot hidung ini diperkirakan memulai uji klinis fase I pada November.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Jumat, 11 Sep 2020 14:18 WIB
China setujui uji coba vaksin Covid-19 semprot hidung
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

China menyetujui uji coba vaksin semprot hidung pertamanya pada Kamis (10/9), untuk memerangi coronavirus yang telah merenggut lebih dari 904.000 nyawa dan menginfeksi lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia.

Vaksin semprot hidung ini diperkirakan memulai uji klinis fase I pada November, dan merekrut 100 sukarelawan. Ini adalah satu-satunya vaksin jenis semprot hidung yang disetujui oleh Administrasi Produk Medis Nasional China.

Vaksin tersebut merupakan misi kolaboratif antara Hong Kong dan China daratan yang melibatkan peneliti dari Universitas Hong Kong, Universitas Xiamen, dan Apotek Biologi Wantai Beijing.

Ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong Yuen Kwok-yung mengatakan, vaksin tersebut merangsang jalur infeksi alami virus pernapasan untuk mengaktifkan respons kekebalan.Vaksinasi semprotan hidung dapat menghasilkan perlindungan ganda bagi penerima vaksin.

Seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing mengatakan kepada media lokal bahwa dibandingkan dengan suntikan, vaksinasi semprotan hidung lebih mudah dilakukan dan juga akan mudah diproduksi serta didistribusikan secara massal karena mengadopsi teknologi produksi vaksin influenza yang matang.

Dalam sebuat laporan, vaksin semprot hidung menggunakan vaksin influenza hidup yang dilemahkan. Empat jalur teknis lainnya yang digunakan China untuk mengembangkan vaksin coronavirus adalah vaksin yang tidak aktif, vaksin berbasis vektor adenoviral, dan vaksin DNA dan mRNA. Vaksin yang dinonaktifkan itu diperkirakan yang paling awal ada di pasar.

Ahli imunologi mengatakan vaksin baru mungkin tidak menyebabkan efek samping sistemik, tetapi efek samping dapat terjadi pada sistem pernapasan seperti asma dan sesak napas.

“Idealnya, para ilmuwan tidak mengharapkan efek samping kecuali sumbatan hidung ringan atau rinorea,” kata Yuen.

Sponsored

“Belum jelas apakah kekebalan yang dihasilkan dari vaksinasi semprot hidung akan bertahan lebih lama daripada vaksin yang disuntikkan,” kata laporan itu.

China telah menyetujui tiga kandidat vaksin Covid-19 untuk uji klinis dan juga telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan domestik tertentu.

Otorisasi penggunaan darurat, yang didasarkan pada hukum manajemen vaksin China memungkinkan kandidat vaksin yang tidak disetujui untuk digunakan di antara orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi dalam waktu terbatas.

Sumber: Times Now

Berita Lainnya