logo alinea.id logo alinea.id

Citra aman kota London, sebuah paradoks

London jamak dicitrakan sebagai kota yang aman dan jauh dari tindak kejahatan. Ternyata, data statistik menunjukkan paradoks.

Dika Hendra Senin, 02 Apr 2018 14:24 WIB
Citra aman kota London, sebuah paradoks

London lebih berbahaya dibandingkan New York karena banyak tindak kejahatan terutama pembunuhan, yang terjadi pada Februari dan Maret. Selama 2018, tercatat 46 orang tewas ditikam, ditembak, atau dilukai. Sedangkan di New York, jumlah korban kekerasan mencapai 50 orang. Kendati lebih tinggi di New York, namun kekerasan di kota itu terbilang menurun sejak Januari silam, sebaliknya di London justru meroket.

“Kekerasan di London sudah menjadi virus,” kata mantan pejabat kepolisian London, Leroy Logan, dilansir BBC, Senin (2/4).

Statistik kejahatan antara Departemen Polisi New York (NYPD) dan Metropolitan Police (Met), menunjukkan tingkat pembunuhan menjadi perhatian, di mana jumlah populasi kedua kota tersebut hampir sama.

Namun demikian, Kantor Wali Kota London hanya menekankan perhatian atas kejahatan pembunuhan. Di saat bersamaan, Met bersikeras London masih menjadi tempat paling aman di dunia.

“Satu pembunuhan itu cukup banyak. Kita bekerja keras dengan para mitra untuk memahami peningkatan kejahatan ini. Kita akan melakukan segala upaya untuk mencegah tragedi ini berulang,” ungkap Met.

Menurut Logan, dirinya juga tidak mengetahui kenapa virus pembunuhan menyebar begitu cepat. “Bukan hanya menangkap pelaku pembunuhan, tetapi mencari cara akar permasalahan ini. Polisi harus bekerja sama dengan komunitas,” sarannya.

Februari lalu, Komisioner Polisi Metropolitan Cressida Dick berkunjung ke kantor polisi di Glasgow untuk belajar tentang pendekatan kesehatan publik yang bisa mempengaruhi tingkat pembunuhan di Skotlandia. Sebab negara itu menginventarisir telah mengalami penurunan angka pembunuhan yang tajam. Dick juga akan berkunjung ke New York untuk mengetahui cara pencegahan kekerasan.

Pemerintah Inggris sudah meluncurkan iklan di media sosial untuk mencegah anak muda melakukan kejahatan pembunuhan. Iklan itu bercerita korban selama dari upaya pembunuhan.

Sponsored