sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Coronavirus: Ibu Kota India lockdown hingga 31 Maret

India sejauh ini mencatat 425 kasus positif Covid-19, dengan delapan di antaranya meninggal dan 24 orang sembuh.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Mar 2020 18:34 WIB
Coronavirus: Ibu Kota India lockdown hingga 31 Maret
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pemerintah India pada Minggu (22/3) mengumumkan penerapan lockdown atau karantina wilayah terhadap Ibu Kota New Delhi hingga 31 Maret. Langkah tersebut adalah bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran coronavirus jenis baru.

Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal menyatakan bahwa perbatasan ibu kota dengan negara-negara bagian tetangga akan ditutup dan transportasi umum akan ditangguhkan. Selain itu, pemerintah juga melarang pertemuan publik yang menghadirkan lebih dari empat orang.

"Kami telah mempelajari ini dari negara-negara lain, bahwa semakin sedikit Anda bepergian ke luar rumah, semakin sedikit Anda bersentuhan dengan dunia luar sehingga kita bisa menyelamatkan diri dari infeksi," kata Kejriwal.

Setidaknya 82 distrik di seluruh negeri di mana kasus-kasus coronavirus telah terdeteksi juga akan berada di bawah lockdown hingga akhir Maret.

Operator kereta, Indian Railways, yang mengangkut lebih dari 25 juta penumpang per hari, mengumumkan telah menangguhkan operasi hingga 31 Maret.

Pada Senin (23/3), Perdana Menteri Narendra Modi mendesak warganya untuk secara serius melakukan karantina mandiri. Dia juga meminta pemerintah negara bagian memastikan aturan hukum diterapkan bagi warga yang melanggar.

"Banyak yang masih tidak menganggap lockdown ini secara serius. Tolong selamatkan dirimu, keluargamu, dan ikuti instruksi pemerintah dengan serius," twit Modi menggunakan bahasa Hindi.

Sebelumnya, atas permintaan PM Modi pada pekan lalu, mayoritas warga India berada di dalam rumah mereka pada Minggu pukul 07.00 hingga 21.00, menaati imbauan jam malam.

Sponsored

"Jam malam berakhir pada pukul 21.00, tapi itu bukan berarti kita harus mulai merayakannya. Ini adalah awal dari pertarungan panjang melawan Covid-19," jelas Modi dalam pidatonya pada Minggu.

Dia mengimbau warga India yang menetap di wilayah yang terkena lockdown untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

India sejauh ini mencatat 425 kasus positif Covid-19, di mana delapan di antaranya meninggal dan 24 orang sembuh. Para ahli menilai, ke depannya, jumlah kasus infeksi di India berpotensi untuk meningkat secara cepat.

Para pakar kesehatan menyebut, tingkat pengujian yang rendah kemungkinan menyembunyikan jumlah kasus infeksi sesungguhnya di negara berpopulasi lebih dari 1,3 miliar tersebut. (Reuters, Hindustan Times, Times of India, dan The Guardian)

Berita Lainnya