sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Coronavirus mereda, Hubei longgarkan aturan karantina

Pendatang kini dapat memasuki Ibu Kota Hubei, Wuhan, hanya jika mereka dinyatakan sehat dan tidak demam.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 23 Mar 2020 14:08 WIB
Coronavirus mereda, Hubei longgarkan aturan karantina
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Otoritas di Provinsi Hubei, China, mulai melonggarkan sejumlah langkah lockdown atau karantina wilayah karena menilai penyebaran coronavirus telah mereda di daerah tersebut. Kota Wuhan menjadi satu-satunya daerah berisiko tinggi di Provinsi Hubei, sementara kota-kota lainnya diklasifikasikan sebagai wilayah berisiko rendah.

Menurut pihak berwenang pada Minggu (22/3), pendatang dapat memasuki Wuhan hanya jika mereka dinyatakan sehat dan tidak demam. Sementara penduduk kota itu dapat mengajukan permohonan untuk bepergian jika terbukti sehat setelah melalui uji kesehatan.

Provinsi Hubei memberikan kode kesehatan digital sebagai semacam sertifikat bagi penduduk yang akan kembali bekerja di luar provinsi tersebut. Pemerintah pusat mendorong lebih banyak provinsi untuk mengakui kode kesehatan itu.

Distrik Baiyun, Guangzhou, adalah wilayah pertama yang mengakui kode kesehatan Hubei pada 16 Maret. Penduduk Hubei yang diberikan kode hijau tidak perlu dikarantina dan melalui uji kesehatan ketika kembali bekerja di Baiyun.

Warga Hubei akan mendapatkan kode kesehatan melalui platform online. Mereka perlu memberikan informasi seperti nomor KTP, nomor ponsel, dan alamat lengkap. Setelah itu, mereka akan diberi pertanyaan untuk menentukan apakah mereka memiliki risiko terinfeksi coronavirus jenis baru.

Kemudian, mereka akan diberikan kode merah, kuning, atau hijau sebagai tanda yang menggambarkan tingkat risiko mereka terinfeksi Covid-19. Kode hijau berarti memiliki risiko rendah, kuning berarti sedang, dan merah artinya risiko tinggi.

Semakin banyak daerah di China yang mengakui kode kesehatan Hubei. Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, mengumumkan bahwa warga Hubei dengan kode hijau tidak perlu dikarantina setelah tiba di kota itu dan dapat segera memulai pekerjaan mereka.

Menurut Departemen Sumber Daya Manusia dan Urusan Sosial Provinsi Hubei, secara total sekitar enam juta penduduk Hubei bekerja di luar provinsi. Hingga Jumat (20/3), 120.000 pekerja dari Hubei telah mulai bekerja di Provinsi Guangdong dan Provinsi Zhejiang.

Sponsored

Kode kesehatan tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengatasi kesulitan, kesalahpahaman, dan diskriminasi yang dihadapi penduduk Hubei yang hendak kembali bekerja di luar provinsi tersebut.

Pemerintah Hubei pada Rabu (18/3) mengumumkan bahwa sejumlah industri di provinsi tersebut dapat kembali bekerja karena kasus infeksi baru Covid-19 di sana telah turun secara signifikan

Aktivitas pabrik mobil di Hubei berangsur pulih setelah berminggu-minggu tutup akibat pandemik coronavirus. Sekitar 1.000 pekerja pabrik Dongfeng Auto tiba di Wuhan pada Sabtu (21/3).

Seorang analis otomotif, Wu Shuocheng, menilai bahwa aktivitas pekerjaan yang perlahan mulai pulih adalah sinyal positif bagi pasar mobil di Hubei dan di seluruh negeri.

Provinsi Hubei merupakan basis manufaktur utama mobil dan suku cadang domestik di China, memproduksi 2,24 juta mobil pada 2019. Dongfeng Honda sendiri memiliki tiga pabrik di Wuhan dan menyumbang sekitar 49% dari total produksi di Hubei pada tahun lalu.

Selain Dongfeng Honda, Nissan pada Jumat menyatakan telah melanjutkan operasional pabrik di Provinsi Hubei setelah sebelumnya ditangguhkan selama satu setengah bulan.

Hingga Sabtu, sekitar 244 perusahaan industri besar di Kota Wuhan telah mendapatkan izin untuk kembali bekerja, 201 di antaranya sudah mulai beroperasi.

Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat 39 kasus positif baru pada Minggu, turun dari 46 kasus pada hari sebelumnya. Semua kasus baru melibatkan pelancong dari luar negeri, banyak di antara mereka adalah pelajar Tiongkok yang pulang ke rumah.

Beijing melaporkan 10 kasus impor baru, Shanghai mencatat 10 kasus, Guangdong enam kasus, Fujian enam kasus, Gansu dan Shandong mendeteksi dua kasus infeksi, serta masing-masing satu kasus di Zhejiang, Henan, dan Chongqing. Total kasus impor di Tiongkok kini menjadi 353.

China daratan tidak mencatat kasus infeksi baru yang ditularkan secara lokal.

Ibu Kota Beijing memperluas langkah-langkah untuk mencegah infeksi impor. Mulai Senin (23/3), pemerintah setempat mengalihkan semua penerbangan internasional ke bandara di kota-kota lain, termasuk Shanghai dan Xian.

Shanghai dan Guangzhou mengumumkan akan mewajibkan seluruh pendatang untuk menjalani tes kesehatan untuk memastikan mereka bebas coronavirus. Sebelumnya, kebijakan tersebut hanya berlaku bagi pendatang dari negara-negara yang terdampak parah Covid-19.

NHC mengumumkan, China daratan melaporkan 81.093 kasus positif coronavirus. Dari jumlah tersebut, 3.270 di antaranya meninggal dan 72.703 orang dinyatakan sembuh. (Global Times, Mainichi, dan Reuters)

Berita Lainnya