sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Coronavirus: Uni Eropa sepakat tutup perbatasan eksternal

Pembatasan tersebut bersifat sementara dan bertujuan untuk mengurangi sebagian besar perjalanan pendatang asing ke negara Uni Eropa.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 18 Mar 2020 19:34 WIB
Coronavirus: Uni Eropa sepakat tutup perbatasan eksternal
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Pada Selasa (17/3), para pemimpin Uni Eropa sepakat menutup perbatasan eksternal selama 30 hari dalam upaya baru untuk memperlambat penyebaran pandemi coronavirus jenis baru.

Pembatasan tersebut bersifat sementara dan bertujuan untuk mengurangi sebagian besar perjalanan pendatang asing ke negara Uni Eropa.

Kebijakan itu akan diterapkan oleh 26 negara Uni Eropa ditambah Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss. Republik Irlandia belum memutuskan akan menerapkan pembatasan tersebut atau tidak.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa Inggris, yang sedang dalam masa transisi pasca-Brexit, tidak akan menerapkan pembatasan pada perbatasan eksternalnya. Warga negara Inggris masih akan diizinkan melakukan perjalanan ke negara-negara Uni Eropa.

Von der Leyen menambahkan, kesepakatan tersebut tidak mengikat secara hukum dan tergantung para pemimpin masing-masing negara kapan akan menerapkannya.

"Semua terserah masing-masing negara untuk menerapkan ... Berdasarkan komitmen bersama, mereka mengatakan akan segera mengimplementasikannya," jelas dia.

Pergerakan orang-orang di dalam kawasan bebas paspor Eropa, disebut Schengen Area, masih akan diizinkan. Negara-negara yang masuk dalam Schengen Area adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Pembatasan di perbatasan dipastikan tidak akan mengganggu alur masuk-keluar obat-obatan atau perdagangan.

Sponsored

"Aliran barang harus cepat, kita membutuhkanya agar pasar tetap berjalan," jelas von der Leyen.

Uni Eropa juga akan mengatur repatriasi warga negara anggota mereka yang berada di luar negeri.

Blok tersebut berharap bahwa dengan menutup perbatasan eksternal, pemerintah nasional akan bersedia membuka kembali perbatasan internal yang telah ditutup oleh sejumlah negara Uni Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Denmark.

Von der Leyen menilai, membuka kembali perbatasan internal Uni Eropa akan mempermudah respons terkoordinasi untuk bersama-sama mengatasi pandemi coronavirus jenis baru.

Banyak yang mengkritik Uni Eropa karena dianggap tidak memberikan respons awal yang baik dalam menangani Covid-19. Namun, blok tersebut pada dasarnya hanya dapat memberi saran kepada negara-negara anggota terkait kebijakan kesehatan dan tidak dapat berbuat banyak selain bertindak dalam kapasitas koordinasi. (CNBC dan CNN)

Berita Lainnya