sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19 belum reda, Jepang perpanjang keadaan darurat 1 bulan

Jam operasional bar dan restoran jadi lebih pendek saat Jepang terapkan keadaan darurat. Publik juga diimbau tidak bepergian.

Nafis Arsaputra
Nafis Arsaputra Selasa, 02 Feb 2021 14:21 WIB
Covid-19 belum reda, Jepang perpanjang keadaan darurat 1 bulan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Jepang memperpanjang keadaan darurat di Tokyo dan beberapa wilayah lainnya selama satu bulan ke depan lantaran tren penularan Covid-19 belum menunjukkan penurunan.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, akan membuat keputusan akhir tentang perpanjangan waktu setelah pertemuan dengan tim ahli tanggap Covid-19.

"Kami akan merespons dengan perasaan terdesak berdasarkan situasi medis dan penyebaran virus," kata Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato, Selasa (2/2).

"Jumlah kasus virus Corona baru menurun, tetapi kehati-hatian masih diperlukan," sambungnya dan menambahkan, rumah sakit (RS) tetap penuh dan tingkat kematian tidak turun.

Sponsored

Hingga kini, jumlah kasus Covid-19 di Jepang dilaporkan sebanyak 391.618. Sebanyak 5.832 pasien di antaranya meninggal dunia.

Mengenai vaksinasi Covid-19, pemerintah Jepang menjadwalkan program dimulai akhir Februari dengan tenaga kesehatan (nakes) sebagai sasarannya. Pada 12 Februari nanti, vaksin Pfizer sudah disetujui masuk ke "Negeri Matahari Terbit".

Saat keadaan darurat diterapkan, jam operasional restoran dan bar lebih singkat. Publik pun diimbau tak bepergian untuk menekan lonjakan kasus. (REUTERS)

Berita Lainnya