sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: Fatalitas di Brasil lampaui 50.000

Covid-19 juga diyakini menyebar lebih cepat di daerah terpencil dan kumuh.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 22 Jun 2020 10:25 WIB
Covid-19: Fatalitas di Brasil lampaui 50.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

Brasil telah menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang mencatat lebih dari 50.000 kematian akibat pandemik Covid-19.

Rekor suram tersebut datang beberapa hari setelah Brasil mengonfirmasikan lebih dari satu juta kasus infeksi coronavirus jenis baru secara nasional.

Para pakar kesehatan memperingatkan, puncak pandemik di Brasil masih belum terlihat dan kemungkinan akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

Pada Minggu (21/6), Kementerian Kesehatan Brasil mencatat 641 kematian dalam 24 jam terakhir, menjadikan totalnya melampaui 50.000.

Peningkatan fatalitas akibat Covid-19 tidak menghentikan ribuan pendukung dan penentang Presiden Jair Bolsonaro turun ke jalan dalam dua protes berbeda pada Minggu.

Para demonstran antipemerintah menyerukan agar Bolsonaro dimakzulkan. Di sisi lain, pendukungnya mengatakan bahwa kongres dan Mahkamah Agung berusaha mengekang kekuasaan presiden.

Bolsonaro juga sangat dikritik atas tanggapannya terhadap coronavirus jenis baru. Dia mengecam kebijakan lockdown atau karantina wilayah dan secara terbuka menentang pedoman dari Kementerian Kesehatan Brasil.

Presiden Bolsonaro berpendapat, dampak ekonomi dari lockdown akan jauh lebih besar daripada dampak buruk yang diakibatkan virus itu sendiri. Responsnya terhadap krisis kesehatan telah memicu pengunduran diri dua menteri kesehatannya dalam periode kurang dari satu bulan.

Sponsored

Tidak ada lockdown skala nasional di Brasil, tetapi otoritas sejumlah negara bagian dan kota mengadopsi tindakan pembatasan masing-masing.

Masih ada kekhawatiran bahwa sistem kesehatan nasional tidak akan mempu mengatasi lonjakan kasus infeksi di sejumlah wilayah. Covid-19 juga diyakini menyebar lebih cepat di daerah terpencil dan kumuh, di mana masyarakat sulit mengakses layanan kesehatan yang memadai.
 

Sumber : BBC

Berita Lainnya