sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: India lockdown di tengah lonjakan infeksi

Meski telah memberlakukan jam malam sebelumnya, New Delhi tetap mencatat lonjakan kasus harian tertinggi pada Minggu (18/4).

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 20 Apr 2021 14:18 WIB
Covid-19: India lockdown di tengah lonjakan infeksi

Ibu Kota India, New Delhi, telah mengumumkan lockdown selama seminggu setelah mencatat rekor tertinggi lonjakan kasus infeksi Covid-19. Di bawah lockdown yang dimulai pada Senin (19/4) itu, kantor pemerintah dan layanan esensial seperti rumah sakit, apotek, dan toko grosir, tetap dibuka.

New Delhi telah memberlakukan jam malam hingga akhir pekan, tetapi melaporkan lonjakan satu hari tertinggi pada Minggu (18/4) dengan 24.462 kasus baru.

India dinilai telah kewalahan berusaha bangkit dari gelombang kedua pandemik sejak awal April.

Kepala Menteri New Delhi Arvind Kejriwal mengatakan, kota itu hampir kehabisan tempat tidur di unit perawatan intensif rumah sakit (ICU) dan kekurangan tabung oksigen.

"Saya selalu menentang lockdown, tetapi yang kali ini akan membantu kami meningkatkan jumlah tempat tidur rumah sakit di New Delhi," ujarnya dalam konferensi pers virtual pada Senin.

Dia juga mengimbau para pekerja migran di kota itu untuk tidak kembali ke kampung halaman. Pasalnya, lockdown skala nasional tahun lalu memicu jutaan dari mereka kembali ke desa masing-masing setelah mereka mendapati diri mereka menganggur dan kehabisan uang.

"Ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, tetapi kami tidak punya pilihan lain," kata Kejriwal. "Saya tahu ketika lockdown diumumkan, pekerja berupah harian menderita dan kehilangan pekerjaan mereka. Tetapi saya mengimbau mereka untuk tidak meninggalkan New Delhi. Ini adalah penguncian singkat dan kami akan menjaga kalian," papar dia lagi.

Satu dari tiga orang di New Delhi dinyatakan positif.

Sponsored

Di bawah lockdown terbaru, tempat keagamaan diperbolehkan untuk buka, tetapi tidak dapat menerima pengunjung. 

Selain itu, hanya 50 orang yang akan diizinkan untuk hadir ke pesta pernikahan dan maksimal 20 orang di pemakaman. Pusat perbelanjaan, bioskop, restoran, taman umum, gym, dan spa akan tetap ditutup selama lockdown.

Semua pertemuan sosial, politik dan agama telah dilarang. Sementara acara olahraga tanpa penonton diperbolehkan berjalan.

Transportasi umum seperti bus dan kereta akan berfungsi dengan kapasitas tempat duduk hingga 50%.

Orang yang bepergian untuk mendapatkan vaksinasi atau pengujian Covid-19 akan diizinkan jika mereka memiliki dokumen yang valid.

Kementerian Kesehatan India telah mengumumkan akan membuka program vaksinasi Covid-19 untuk semua orang dewasa mulai 1 Mei.

"Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Narendra Modi, keputusan penting yang mengizinkan vaksinasi untuk semua orang yang berusia di atas 18 tahun mulai 1 Mei telah diambil," jelas Kemenkes India dalam pernyataannya.

Lebih dari 273.000 kasus Covid-19 telah dilaporkan di seluruh India, termasuk lebih dari 1.600 kematian, dalam 24 jam terakhir.

India telah melaporkan lebih dari 200.000 kasus setiap hari sejak 15 April, melewati puncak pada 2020 ketika rata-rata kasus hanya mencapai 93.000 per hari.

Pada Senin, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membatalkan perjalanan yang direncanakan ke India akibat situasi perkembangan Covid-19 di negara itu.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga mengumumkan pada Senin sore bahwa India telah dimasukkan dalam daftar merah perjalanan Inggris, yang berarti orang-orang yang telah berada di India dalam 10 hari terakhir tidak dapat masuk ke Inggris. 

Para ahli menilai, pemerintah India mengabaikan peringatan gelombang kedua dan tidak berbuat banyak untuk mencegahnya atau bahkan menahannya. 

Dalam beberapa minggu, India melesat ke puncak grafik Covid-19 global dengan mencatat lebih banyak kasus harian daripada negara lain.

Sumber : BBC

Berita Lainnya