sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Covid-19: Jumlah kematian di Spanyol telah melampaui China

Dengan total 3.647 orang meninggal, Spanyol saat ini memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 26 Mar 2020 10:29 WIB
Covid-19: Jumlah kematian di Spanyol telah melampaui China
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Spanyol berjuang mengatasi krisis yang dipicu Covid-19 ketika pada Rabu (25/3) jumlah kematian di negara itu melampaui China dengan 738 nyawa hilang dalam satu hari.

Dengan total 3.647 orang meninggal, Spanyol saat ini memiliki jumlah kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia yang mencatat 7.503 fatalitas. Ada pun kasus kematian di China, di mana Covid-19 pertama kali muncul, 3.287.

Rumah perawatan di seluruh negeri telah kewalahan dan arena skating di Madrid telah berubah menjadi kamar mayat darurat.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Carmen Calvo menjadi anggota kabinet ketiga yang positif coronavirus jenis baru. Dia dilaporkan dalam kondisi stabil.

Parlemen tengah mendiskusikan perpanjangan keadaan darurat dari 15 hari menjadi 30 hari, situasi yang membuat sekolah, restoran, dan sebagian besar toko tutup. Perpanjangan status tersebut seharusnya tidak menemukan hambatan menyusul pihak oposisi telah menjanjikan dukungannya.

Keadaan darurat dimulai sejak 14 Maret.

"Kami telah mencapai pengurangan total dalam kontak sosial," ujar kepala darurat kesehatan Fernando Simon, seraya menambahkan bahwa Spanyol mendekati puncak epidemi.

Saat ini Spanyol mendeteksi 49,515 kasus positif Covid-19, di mana 5,367 di antaranya sembuh. Jumlah kasus diperkirakan akan melonjak menyusul 137.000 pekerja diketahui mengambil cuti sakit terkait virus.

Sponsored

Kekurangan peralatan dasar

Staf medis, yang ribuan di antaranya telah terinfeksi, telah mengambil langkah hukum dengan menuntut pemerintah. Mereka mengeluhkan kurangnya peralatan pelindung dasar seperti masker, sarung tangan, dan seragam.

Kepala Angkatan Bersenjata Miguel Villarroya menyebutkan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada NATO untuk ventilator, perlengkapan pelindung dan kit tes.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan Salvador Illa menyatakan bahwa pemerintah telah memesan masker, sarung tangan, kit tes, dan ventilator senilai 432 juta euro untuk dikirimkan selama delapan minggu. Tahap pertama diharapkan akan datang dalam pekan ini.

Sejumlah perusahan dilaporkan telah beralih fokus untuk memproduksi peralatan medis. Salah satunya pabrik sepatu di Spanyol utara yang kini memproduksi masker, yang selain untuk didistribusikan juga dibagikan kepada karyawannya.

"Sekarang kami bekerja keras ... menghasilkan sesuatu yang sedikit lebih canggih untuk mencapai penggunaan bagi dunia medis," ujar Basilio Garcia, kepala eksekutif pabrik sepatu Callaghan kepada Reuters.

Lockdown atau karantina wilayah telah memberi berimplikasi bagi perekonomian dunia, tidak terkecuali Spanyol. Puluhan ribu pekerja diberhentikan sementara menyusul terhentinya sektor-sektor seperti ritel, pariwisata, dan manufaktur.

Salah satu perusahaan terbesar Spanyol, El Corte Ingles, mengatakan akan memberhentikan sementara 22.000 pekerja di department store-nya.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya