sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: Kematian di Prancis melampaui 10.000

Prancis secara total mencatat lebih dari 109.000 kasus positif Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 08 Apr 2020 11:23 WIB
Covid-19: Kematian di Prancis melampaui 10.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Pada Selasa (7/4), angka kematian akibat coronavirus jenis baru di Prancis menyentuh 10.328, menjadikannya negara keempat dengan fatalitas melampaui 10.000 setelah Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Termasuk angka kematian nasional, Prancis secara total mencatat lebih dari 109.000 kasus positif Covid-19, di mana 19.337 di antaranya dinyatakan sembuh.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Prancis Jerome Salomon mengatakan bahwa pandemik Covid-19 masih menyebar dengan luas di Prancis.

"Kita bahkan belum melihat masa puncak dari pandemik ini," jelas dia dalam sebuah pengarahan media.

Dia menambahkan, jumlah pasien yang pulih juga meningkat setiap hari. Walaupun ada sejumlah pertanda baik, Salomon menegaskan bahwa upaya pencegahan ketat tetap terus dilakukan.

"Melonggarkan upaya pencegahan akan sangat berbahaya baik bagi pasien maupun petugas medis yang merawat mereka," tutur dia, mendesak masyarakat untuk terus menaati kebijakan social distancing.

Negara tersebut kini berada di minggu keempat lockdown atau karantina wilayah skala nasional sebagai bagian dari upaya memperlambat penyebaran coronavirus jenis baru.

Perdana Menteri Prancis Edouard Phillipe menuturkan bahwa lockdown yang seharusnya berakhir pada 15 April kemungkinan besar akan diperpanjang hingga situasi membaik.

Sponsored

"Lockdown menyulitkan warga Prancis, saya sepenuhnya menyadari hal ini. Tapi, penting untuk terus menerapkannya jika kita tidak ingin situasi memburuk," kata dia.

Pihak berwenang secara khusus memperketat pembatasan sosial di Paris, melarang aktivitas olahraga di luar rumah dari pukul 10.00 hingga 19.00. (Reuters, Xinhua, dan France 24)

Berita Lainnya