sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: PM Jepang umumkan keadaan darurat di Tokyo

Kebijakan ditempuh ketika ibu kota mencatat lebih dari 2.000 kasus infeksi pada Kamis.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 07 Jan 2021 19:41 WIB
Covid-19: PM Jepang umumkan keadaan darurat di Tokyo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, akan mengumumkan status keadaan darurat di wilayah metropolitan Tokyo pada Kamis (7/1) malam waktu setempat.

Langkah itu diambil untuk mengendalikan lonjakan infeksi Covid-19 yang baru-baru ini terjadi di wilayah tersebut.

Deklarasi keadaan darurat, yang akan berlaku mulai Jumat (8/1) hingga 7 Februari, mewajibkan penduduk untuk tinggal di rumah.

Keadaan darurat juga meminta restoran dan bar untuk berhenti menyajikan alkohol mulai pukul 19.00 dan tutup pukul 20.00. Pusat kebugaran, department store, dan fasilitas hiburan juga akan diwajibkan tutup lebih awal.

Langkah ini dilakukan ketika para pejabat menyatakan, Tokyo mencatat lebih dari 2.000 kasus infeksi Covid-19 pada Kamis.

Angka tersebut melampaui rekor hari sebelumnya dan menimbulkan kekhawatiran rumah sakit segera kewalahan.

Kebijakan terkait keadaan darurat itu akan berlaku di Tokyo, Prefektur Kanagawa, Chiba, dan Saitama.

Pemerintah akan meminta penduduk di daerah-daerah tersebut untuk menahan diri dari perjalanan yang tidak penting di luar rumah mereka, terutama setelah pukul 20.00.

Sponsored

Sekolah akan tetap buka. Sementara itu, perusahaan diminta memperbolehkan karyawannya bekerja dari rumah atau mengatur sif mereka dengan tujuan mengurangi jumlah orang di kantor hingga 70%.

Acara besar diharapkan akan dibatasi pada 5.000 orang atau 50% dari kapasitas tempat.

Pemerintah akan menawarkan hingga U$582 sehari dalam bentuk dukungan keuangan kepada setiap tempat makan dan minum yang memenuhi permintaannya untuk mempersingkat jam kerja dan mematuhi peraturan keadaan darurat.

Panel penasihat ahli penyakit menular dan kesehatan masyarakat serta masalah ekonomi dan hukum menyetujui rencana pemerintah menerapkan keadaan darurat pada Kamis.

Yasutoshi Nishimura, pejabat yang bertanggung jawab atas tanggapan Jepang terhadap Covid-19, dijadwalkan menjelaskan keputusan tersebut di hadapan parlemen sebelum satuan tugas pemerintah menjalankannya kemudian hari.

Infeksi Covid-19 di Jepang meningkat secara nasional dengan jumlah kasus baru harian mencapai 6.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (6/1).

Wilayah metropolitan Tokyo merupakan yang paling terpukul. Sekitar setengah dari semua kasus di negara itu terdeteksi di area tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Tokyo sendiri melaporkan 1.591 kasus baru infeksi Covid-19 pada Rabu. Kanagawa, Saitama, dan Chiba masing-masing mencatat 591, 394, dan 311 kasus baru.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, telah berulang kali menyerukan kepada pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat mengingat adanya ancaman sistem perawatan kesehatan di ambang kehancuran.

Dia meminta restoran dan bar tutup pukul 22.00, tetapi banyak yang tidak mematuhi peraturan itu. Akibatnya, laju infeksi semakin memburuk setelah liburan tahun baru.

Keadaan darurat sebelumnya diumumkan di Tokyo dan enam prefektur lainnya pada awal April 2020 selama gelombang pertama Covid-19 di Jepang. Keadaan darurat kemudian diperluas secara nasional pada akhir bulan.

Kebijakan tersebut dicabut secara bertahap pada Mei ketika kasus Covid-19 mulai mereda.

PM Suga selama ini dinilai enggan mengulangi langkah tersebut dengan dalih mencapai keseimbangan antara mengekang pandemi dan menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul. (Kyodo News)

Berita Lainnya