sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Covid-19: Taiwan larang kedatangan dari India

Varian baru Covid-19 yang ditemukan di India telah terdeteksi di setidaknya 17 negara.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 04 Mei 2021 15:35 WIB
Covid-19: Taiwan larang kedatangan dari India

Taiwan menjadi wilayah terbaru yang melarang kedatangan dari India pada Senin (3/5). Langkah tersebut diambil untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di India. 

Varian tersebut, B1617, telah menjangkau setidaknya 17 negara, dari Inggris, Iran, hingga Swiss, memicu kekhawatiran global dan mendorong beberapa negara untuk menutup perbatasan mereka bagi orang-orang yang bepergian dari India.

Para ilmuwan sedang mempelajari apakah varian tersebut merupakan faktor yang mendorong ledakan tak terduga dalam kasus-kasus infeksi di India.

Total kasus infeksi di negara Asia Selatan tersebut hampir menyentuh 20 juta pada Senin, setelah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru Covid-19 selama 12 hari berturut-turut.

Bulan lalu, Indonesia, yang sedang berjuang melawan pandemik, berhenti mengeluarkan visa untuk orang asing yang telah berada di India dalam 14 hari sebelumnya.

Negara tetangga, Malaysia, pada Minggu (2/5) mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi kasus pertama varian India, beberapa hari setelah memberlakukan larangan penerbangan dari negara itu.

Pada Senin, Taiwan menyatakan, kecuali penduduknya, semua orang yang telah berada di India dalam 14 hari terakhir akan dilarang memasuki wilayah mereka.

Sementara itu, warga yang kembali ke Taiwan wajib menjalani masa karantina selama 14 hari di fasilitas karantina yang disediakan pemerintah.

Sponsored

Langkah tersebut dilakukan setelah Australia mengambil tindakan yang lebih drastis pekan lalu, melarang masuknya baik penduduknya maupun warga negara India yang telah berada di India dalam dua minggu terakhir.

Pemerintah Australia mengancam denda dan penjara bagi siapa pun yang tidak patuh terhadap larangan masuk tersebut.

Ini adalah pertama kalinya Australia mengategorikan pemulangan warganya sendiri sebagai tindak pidana.

Australia membela larangan tersebut, yang mulai berlaku pada Senin, dengan mengatakan pihaknya memiliki keyakinan kuat  bahwa langkah itu legal.

"Situasi di India berisiko tinggi," kata Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt dalam jumpa pers. 

Sementara itu, pejabat Filipina memperingatkan, tidak dapat mengesampingkan kemungkinan krisis Covid-19 seperti India, dengan mengatakan keputusan pekan lalu untuk melarang masuknya kedatangan dari India bertujuan untuk mencegahnya krisis itu menjadi kenyataan.

"Krisis semacam itu mungkin terjadi di sini jika kami tidak meningkatkan tanggapan," kata Wakil Menteri Kesehatan Filipina Rosario Vergeire.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjuk varian tersebut sebagai "variant of interest", menunjukkan kemungkinan mutasi yang akan membuat virus lebih mudah menular, menyebabkan penyakit yang lebih parah, atau menghindari kekebalan vaksin.

Sumber : Channel News Asia

Berita Lainnya