sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cuaca ekstrem, Australia deklarasikan keadaan darurat

Keadaan darurat tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 19 Des 2019 15:02 WIB
Cuaca ekstrem, Australia deklarasikan keadaan darurat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Pihak berwenang Australia pada Kamis (19/12), mendeklarasikan keadaan darurat untuk tujuh hari ke depan di New South Wales akibat gelombang panas yang memicu banyak kebakaran hutan di wilayah tersebut.

Sekitar 100 kebakaran telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir di negara bagian berpenduduk terpadat tersebut. Lebih dari setengah kebakaran hutan itu tidak dapat ditangani pihak berwenang, termasuk kebakaran besar yang melanda Sydney.

Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan, keadaan darurat itu disebabkan oleh cuaca ekstrem yang memicu bencana.

"Kekhawatiran terbesar selama beberapa hari ke depan adalah ketidakpastian dengan kondisi angin yang ekstrem dan suhu yang sangat panas," kata Berejiklian kepada wartawan di Sydney.

Dalam sebuah twit, PM Berejiklian mengumumkan bahwa keadaan darurat di negara bagian itu akan memberikan Komisaris Layanan Kebakaran New South Wales (RFS) Shane Fitzsimmons wewenang lebih besar untuk menangani kebakaran hutan.

"Kondisi cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung mulai hari ini dan memburuk hingga Sabtu (21/12)," twit dia.

Suhu di Australia menyentuh titik terpanas pada Selasa (17/12) dengan suhu rata-rata di seluruh negeri mencapai 40,9 derajat Celcius. Ke depannya, suhu di Negeri Kanguru diprediksi akan meningkat seraya gelombang panas menyebar ke wilayah timur.

Sponsored

Para ahli memperkirakan suhu akan mencapai titik tertinggi pada 41 derajat Celcius di Sydney dan 45 derajat Celcius di wilayah barat pada Kamis. Sementara itu, angin kencang disertai gelombang panas diprediksi akan memicu kebakaran hutan yang semakin mendekat ke daerah perkotaan.

Sekitar 2.000 petugas pemadam kebakaran Australia memerangi kobaran api dengan bantuan tim-tim dari Amerika Serikat dan Kanada.

Diselimuti kabut asap

Kebakaran hutan yang terjadi juga menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan. Pekan ini, sejumlah dokter menyatakan bahwa kabut asap yang menyelubungi Sydney menyebabkan kondisi darurat bagi kesehatan masyarakat setempat.

Lebih dari 70 kebakaran hutan juga berkobar di Queensland yang terletak di utara New South Wales, memaksa penduduk sekitar untuk mengungsi pada Rabu (18/12). Api juga melahap hutan-hutan yang terletak di Australia Selatan dan Australia Barat.

Kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menghanguskan setidaknya tiga juta hektare tanah di seluruh Australia. Kebakaran juga menewaskan enam orang dan menghancurkan lebih dari 800 rumah warga.

Para ilmuwan mengatakan, kebakaran hutan terjadi lebih awal dari yang diperkirakan dan dengan intensitas lebih tinggi akibat pemanasan global serta kekeringan berkepanjangan di Australia.

Kebakaran hutan telah memicu protes proiklim yang mendesak pemerintah untuk mengatasi akar penyebab pemanasan global dan menentang industri ekspor batu bara negara itu.

Pengunjuk rasa berencana untuk berdemonstrasi di depan kediaman Perdana Menteri Scott Morrison di Sydney untuk menuntut pembatasan emisi gas rumah kaca. (Al Jazeera)

Berita Lainnya