logo alinea.id logo alinea.id

Dampak kebakaran hutan, 57 sekolah di Selangor diliburkan

Berdasarkan Stasiun Johan Setia, angka Indeks Pencemaran Udara (IPU) melebihi 200

Hermansah
Hermansah Minggu, 22 Sep 2019 23:32 WIB
Dampak kebakaran hutan, 57 sekolah di Selangor diliburkan

Kantor Pendidikan Negeri Selangor Malaysia memutuskan meliburkan 57 sekolah di wilayah tersebut pada Senin (23/9) karena kualitas udara tidak sehat.

Pernyataan pers Kementerian Pendidikan Malaysia, Minggu, menyebutkan, berdasarkan Stasiun Johan Setia, angka Indeks Pencemaran Udara (IPU) melebihi 200 sehingga sekolah di bawah Kantor Pendidikan Daerah Kuala Langat dan Klang ditutup.

Sedangkan pada sekolah-sekolah di daerah yang angka IPU-nya di bawah 200 pada Minggu hingga pukul 15.00, tetap dibuka pada Senin besok.

Kantor Pendidikan Daerah Kuala Langat memiliki 30 sekolah dan 24.251 murid, sementara Kantor Pendidikan Daerah Klang memiliki 27 sekolah dengan murid 43.774 murid.

Kantor Pendidikan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur memutuskan untuk membuka kembali 296 sekolah mulai Senin (23/9) yang semula ditutup selama dua hari.

Berdasarkan Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Stasiun Batu Muda dan Stasiun Cheras pada Minggu (22/9) pukul 17.00, kualitas udara menunjukkan di bawah 200.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Jalan Tun Ismail yang sudah libur dua hari, pada Senin (23/9) juga akan dibuka kembali karena kondisi udara yang membaik.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memastikan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta asap di Sumatera dan Kalimantan terus dilakukan pemerintah melalui kerja tim Satuan Tugas (Satgas) terpadu.

Sponsored

“Kemarin siang (21/9) dilaporkan hujan turun di Palangkaraya serta sebagian Kaltim dan Kalsel. Hujan buatan juga terus dilakukan di Riau, mengingat di provinsi ini mengalami dampak asap karhutla dari provinsi tetangga (Jambi dan Sumsel),” kata Siti dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (22/9).

Siti pun menegaskan, dirinya terus berkomunikasi dengan Pangdam dalam penanganan karhutla dan asap di Jambi dan Sumsel.

“Meski hari ini titik panas (hotspot) relatif menurun, namun penanganan dampak asap sangat penting untuk terus menerus dilakukan dengan cara hujan buatan atau teknik modifikasi cuaca,” ujar Siti.

Ia mengatakan karena saat ini masih musim kering, Satgas terus berupaya keras melakukan modifikasi cuaca dan bom air  (water boombing). Tim pemadam darat juga terus bekerja siang malam untuk memadamkan titik api, dan tantangan pemadaman saat kebakaran terjadi di lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Berdasarkan data planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah areal terbakar di Sumatera seluas 84.832 hektare (ha), Kalimantan 98.316 ha, dan Papua/Papua Barat seluas 6.296 ha. Sehingga dari ketiga pulau tersebut yaitu Sumatera, Kalimantan, Papua/Papua Barat maka totalnya 189.444 hektar (Sumatera 44,78%, Kalimantan 51,90%, Papua/Papua Barat 3,32%).

“Saat ini publik tengah membahas hanya karhutla Sumatera dan Kalimantan, namun terdapat beberapa areal di daerah lain yang sedang mengalami karhutla sebagaimana areal restorasi gambut yang terbakar di 2015 terdapat di tiga pulau tersebut. Jadi sebetulnya kita tidak bicara angka 328.000 hektare terbakar. Perlu juga ditegaskan bahwa 107.000 hektare di NTT merupakan rumput baru di sabana,” ujar Siti.

Lebih lanjut, seiring dengan upaya pemadaman, Siti juga menyampaikan bahwa telah dilakukan penegakan hukum pada lingkup kewenangan KLHK, dengan penyegelan terhadap 52 perusahaan pemegang izin konsensi, dengan total luas area sekitar 8.931 hektar.

Adapun rinciannya adalah Jambi dua perusahaan, Riau delapan perusahaan, Sumsel satu perusahaan, Kalbar 30 perusahaan, Kalteng sembilan perusahaan, dan Kaltim dua perusahaan.

Sementara itu, telah dilakukan penyidikan terhadap lima perusahaan terkait dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan yaitu: PT SKM (Kalbar), PT ABP (Kalbar), PT AER (Kalbar), PT KS (Kalteng), dan PT IFP (Kalteng).

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Polri dan pemda, mengenai upaya penegakan hukum ini. Tindakan tegas diambil untuk melawan kejahatan karhutla yang kembali masif terjadi,” tegas Siti.

Ia pun terus berkoordinasi dengan kepala daerah (gubernur) provinsi terdampak, dan meminta agar terus berkomunikasi pada rakyatnya dan melakukan segenap ikhtiar terbaik bersama-sama rakyat. Menteri Siti berpesan untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa pemerintah sedang dan akan terus bekerja keras mengatasi situasi karhutla dan dampak asap saat ini.

“Saat ini tim satgas lapangan yang terdiri dari BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api (MPA), swasta, pemda, relawan, dan komunitas masyarakat lainnya yang membantu, akan fokus pada upaya pemadaman baik darat maupun udara. Presiden Joko Widodo telah berpesan bahwa sebaik-baiknya mengatasi ancaman karhutla adalah pencegahan. Namun saat api sudah membesar, tim Satgas tetap memiliki semangat pantang pulang sebelum padam,” ujar dia.

Berdasarkan instrumen pantauan Earth (22/9) pada pukul 15.00 WIB, titik panas telah berangsur turun hingga 50%, di mana asap di Kalimantan sudah semakin menipis.

“Semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan kekuatan pada tim Satgas di lapangan, dan meridhoi setiap ikhtiar yang kita lakukan,” ujar Siti. (Ant)

Data kebakaran hutan dan lahan. BNPB