logo alinea.id logo alinea.id

Data medis diretas, 1 juta orang Selandia Baru berisiko

Belum bisa dipastikan apa dampak serangan maya tersebut terhadap informasi yang diakses.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Sabtu, 05 Okt 2019 15:37 WIB
Data medis diretas, 1 juta orang Selandia Baru berisiko

Hampir satu juta orang Selandia Baru menghadapi risiko karena data medis mereka telah diakses secara gelap setelah serangan maya terhadap jejaring Tora Compass Health. Demikian diungkapkan perusahaan kesehatan yang mengumpulkan dan menganalisis informasi pasien dari pusat medis tersebut pada Sabtu (5/10).

"Jejaring tersebut diretas pada Agustus, tapi penyelidikan juga mengungkapkan serangan sebelumnya sejak 2016 sampai Maret 2019," kata Martin Hefford, Pejabat Kepala Pelaksana Tora.

"Meskipun ini tidak sah dan pekerjaan penjahat maya, tanggung jawab kamilah untuk menjaga keamanan data orang dan kami telah gagal melakukan itu."

Perusahaan dan Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan mereka tidak bisa memastikan apa dampak serangan maya tersebut terhadap informasi yang diakses.

Sponsored

Tora menuturkan mereka memegang data kesehatan orang-orang dari Wellington, Wairarapa dan Manawatu per 2002.

Sementara itu Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa data tidak mencakup nota yang dibuat pada konsultasi yang telah dilakukan pasien dengan dokter umum, melainkan informasi lain meliputi informasi pendaftaran di pusat medis, Nomor Indeks Kesehatan Nasional pasien, nama, tanggal lahir, etnik dan alamat.

Dalam beberapa kasus, Tora juga memegang informasi klinik tambahan yang digunakan buat promosi kesehatan, seperti status merokok dan buat penanganan kondisi kronis seperti diabetes. (Ant)