sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Debat kedua capres AS dibatalkan

Pembatalan tersebut dinilai sebagai kerugian politik bagi Trump.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 10 Okt 2020 17:07 WIB
Debat kedua capres AS dibatalkan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Komisi Debat Presiden (CPD) pada Jumat (9/10) memutuskan untuk membatalkan debat kedua antara Donald Trump dan penantang dari Partai Demokrat, Joe Biden. Setelah Trump menolak untuk melakukan debat virtual meskipun ada kekhawatiran atas penularan Covid-19.

Pembatalan itu adalah puncak dari diskusi selama lebih dari dua hari antara komisi dan tim kampanye dari kedua capres.

Artinya, kemungkinan besar debat pada 22 Oktober di Nashville akan menjadi pertemuan terakhir antara kedua kandidat. The Wall Street Journal adalah yang pertama melaporkan keputusan komisi tersebut.

"Sekarang sudah jelas bahwa tidak akan ada debat pada 15 Oktober dan CPD akan mengalihkan perhatiannya pada persiapan untuk debat terakhir presiden yang dijadwalkan pada 22 Oktober," kata komisi itu dalam sebuah pernyataan.

Komisi, dengan dukungan dari penasihat kesehatan mereka, mengumumkan pada Kamis (8/10) bahwa karena Trump dinyatakan positif Covid-19, debat yang dijadwalkan di Miami akan diadakan secara virtual.

Trump dengan cepat menolak usulan itu, dengan mengatakan tidak akan menghadiri debat yang dilakukan secara virtual.

Menanggapi pembatalan Trump, seorang juru bicara untuk Biden dengan cepat mengatakan bahwa mereka akan menyetujui format virtual untuk debat kedua.

"Biden berharap untuk menyampaikan pandangannya kepada rakyat AS tentang bagaimana mengatasi pandemik ini, memulihkan kepemimpinan negara dan aliansi kami di dunia, serta menyatukan rakyat AS," kata juru bicara kampanye Biden Andrew Bates pada Jumat. "Sangat disayangkan bahwa Trump menghindari satu-satunya debat di mana para pemilih dapat mengajukan pertanyaan."

Sponsored

Sebagai tanggapan, tim kampanye Trump mengeluarkan tiga pernyataan pada Kamis (8/10) yang mengecam CDP, serta mendorong tim kampanye Biden untuk menyetujui debat langsung.

Tim kampanye Trump mengatakan, mereka bersedia untuk menggantikan debat pada 15 Oktober menjadi 22 Oktober, dan kemudian memindahkan debat ketiga menjadi pada 29 Oktober, hanya beberapa hari sebelum pilpres pada 3 November.

Namun, tim kampanye Biden menolak proposal tersebut.

"Donald Trump tidak bisa semena-mena membuat jadwal debat, CDP yang memiliki hak untuk melakukannya," ujar juru bicara tim kampanye Kate Bedingfield.

Tim kampanye Trump bersikeras untuk melakukan debat secara langsung karena dokter kepresidenan, Sean Conley, telah membolehkan Trump untuk bepergian dan bekerja seperti biasa.

"Tidak ada alasan medis untuk menghentikan debat pada 15 Oktober di Miami agar tidak berjalan sesuai jadwal, karena Presiden Trump sudah sehat dan siap untuk berdebat," kata juru bicara kampanye Trump, Tim Murtaugh, dalam sebuah pernyataan pada Jumat. "Juga tidak ada alasan tidak boleh ada tiga debat presiden total seperti yang awalnya disepakati Joe Biden. Kami telah menyarankan menggunakan 22 Oktober dan 29 Oktober untuk mengadakan dua debat terakhir. Sudah waktunya komisi yang bias berhenti melindungi Biden dan mencegah pemilih mendengar dari dua calon presiden," papar dia.

Dia menambahkan, Trump akan bersedia melakukan debat capres dengan Biden tanpa keterlibatan komisi tersebut.

Pembatalan tersebut dinilai sebagai kerugian politik bagi Trump, yang kalah dalam semua jajak pendapat nasional dengan Biden di sejumlah negara bagian utama. Pembatalan debat membuat Trump kehilangan platform yang dia butuhkan untuk mendorong popularitas dan dukungannya.

Pasalnya, debat perdana antara Trump dan Biden disaksikan oleh lebih dari 73 juta orang.

Sumber : CNN

Berita Lainnya