logo alinea.id logo alinea.id

Demokrat kian lantang serukan pemakzulan Trump

Suara-suara yang menyerukan pemakzulan Trump makin nyaring setelah Penasihat Khusus Robert Mueller buka suara.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 31 Mei 2019 11:53 WIB
Demokrat kian lantang serukan pemakzulan Trump

Donald Trump kembali menyerang Robert Mueller setelah penasihat khusus itu mengatakan penyelidik tidak menyimpulkan bahwa presiden tidak melakukan kejahatan.

Mueller memecah keheningannya selama dua tahun dalam konferensi pers pada Rabu (29/5). Dia menyangkal bahwa penyelidikannya atas dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres Amerika Serikat 2016 menyimpulkan Trump tidak bersalah.

"Jika kita memiliki keyakinan bahwa presiden tidak bersalah, kita sudah akan mengatakan itu," tuturnya.

Dalam pernyataannya, Mueller membantah klaim Trump bahwa hasil penyelidikannya tidak membuahkan hasil apa pun dan dengan otomatis membebaskan presiden ke-45 AS dari segala tuduhan.

Pada Kamis (30/5), Gedung Putih membantah pernyataan Mueller dan Trump pun membela diri. Trump menyangkal omongan Mueller dengan mengatakan bahwa penasihat khusus tidak memiliki bukti apa pun untuk mengajukan tuntutan terhadapnya.

Sebelumnya, dia mengatakan, "Rusia, Rusia, Rusia! Hanya itu yang Anda dengar sedari awal Perburuan Penyihir ini dimulai ... Dan sekarang Rusia menghilang karena saya tidak ada hubungannya dengan Rusia yang membantu saya terpilih."

Banyak yang menilai melalui twitnya itu, Trump seolah membenarkan bahwa Rusia terlibat dalam kemenangannya di Pilpres 2016.

Sponsored

Tidak lama setelahnya, presiden berusia 72 tahun itu segera merevisi omongannya.

"Rusia tidak membantu saya terpilih. Anda tahu siapa yang membuat saya terpilih? Saya sendiri. Rusia sama sekali tidak membantu saya," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali membantah temuan penyelidikan dan pernyataan Mueller.

"Saya pikir dia adalah orang yang memiliki konflik internal. Mueller adalah pembenci sejati Trump. Dia adalah seseorang yang tidak menyukai Donald Trump," kata Trump.

Trump sebelumnya mengklaim Mueller mengalami konflik internal karena gagal memperoleh jabatan direktur FBI. Steve Bannon, mantan penasihat senior Trump, mengatakan itu tidak benar.

Seruan sejumlah politikus Demokrat

Pernyataan Mueller memicu sejumlah kandidat calon presiden dalam Pilpres 2020 dari Partai Demokrat menyerukan pemakzulan Trump.

Namun, Ketua DPR Nancy Pelosi, tokoh Demokrat paling senior di kongres, menggambarkan seruan itu sebagai hal yang bodoh. Pelosi telah lama menentang pemakzulan Trump.

"Anda tidak dapat meminta pemakzulan kecuali Anda memiliki semua bukti dan fakta untuk mendukungnya," ujar Pelosi pada Rabu.

Seorang anggota Demokrat mengatakan, Pelosi bersikeras menyatakan bahwa pemakzulan merupakan tindakan yang perlu dihindari terutama menuju Pilpres 2020.

Pelosi menilai bahwa Trump sedang mendesak Demokrat untuk memakzulkannya karena presiden yakin hal itu justru akan memperkuat dukungan baginya.

Dalam pernyataan berdurasi sembilan menit, Mueller, yang laporannya dipublikasikan pada April, menambahkan bahwa sesuai dengan kebijakan Kementerian Kehakiman, para penyidik tidak memiliki wewenang untuk menuntut Trump.

Banyak Demokrat menafsirkan perkataan Mueller sebagai seruan bagi kongres untuk memulai proses penuntutan terhadap Trump.

Menanggapi pernyataan Mueller, sejumlah kandidat capres dari Partai Demokrat, Cory Booker, Kirsten Gillibrand, dan Pete Buttigieg, untuk pertama kalinya menyerukan agar DPR memulai proses pemakzulan terhadap Trump.

"Merupakan kewajiban hukum dan moral kita untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan kejahatan. DPR harus memulai proses pemakzulan," tegas Booker.

Sejumlah kandidat capres dari Demokrat lainnya seperti Elizabeth Warren, Kamala Harris, dan Beto O'Rourke juga meminta DPR untuk memulai proses pemakzulan.

Dalam sebuah pernyataan, Gillibrand menyebut bahwa Gedung Putih telah berulang kali menghalang-halangi penyelidikan kongres terhadap Trump.

"Dikombinasikan dengan fakta bahwa Mueller mengharapkan kongres untuk menggunakan kewenangan konstitusionalnya dan mengambil langkah-langkah yang tidak dapat dia lakukan, sudah waktunya bagi Partai Republik dan Partai Demokrat untuk memulai sidang pemakzulan," tuturnya.

Akan tetapi, Pelosi bersikukuh menolak seruan itu dengan menyampaikan bahwa hanya 15% anggota Partai Demokrat yang secara terbuka mendukung agar Trump dilucuti dari jabatannya.

Ada pula kenyataan bahwa meskipun Demokrat memegang mayoritas di DPR, Partai Republik dapat saja menggagalkan upaya pemakzulan Trump. Pasalnya, Republikan tetap memegang mayoritas di senat yang akan bertindak sebagai juri dalam sidang pemakzulan presiden.

Dalam komentarnya pada Kamis, Trump yang bersikeras menyatakan dirinya tidak bersalah, yakin dia tidak akan dimakzulkan.

"Saya tidak berbuat kejahatan berat maupun pelanggaran ringan," kata Trump. "Menurut saya, pengadilan tidak akan mengizinkan adanya pemakzulan. Bagi saya pemakzulan adalah kata yang kotor dan menjijikan."

Sumber : The Guardian

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Fenomena cocoklogi versus ilmu pengetahuan

Senin, 24 Jun 2019 22:15 WIB
Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Siasat turunkan harga tiket pesawat domestik

Jumat, 21 Jun 2019 20:21 WIB